KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Dorong UMKM Masuk Ritel Modern, Minta Anggaran Pembinaan Diperkuat

Kegiatan Sharing Session bertajuk “Tetap Cuan di Tengah Badai: Seni Bertahan UMKM di Kota Samarinda” yang digelar Bapperida Samarinda

Editorialkaltim.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, DPRD Samarinda mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pasar hingga jaringan ritel modern. Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sharing Session bertajuk “Tetap Cuan di Tengah Badai: Seni Bertahan UMKM di Kota Samarinda” yang digelar Bapperida Samarinda di Arutalla Ballroom, Kamis (5/11/2026).

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai pembinaan UMKM tidak boleh berhenti sebatas membantu pelaku usaha bertahan menghadapi tekanan ekonomi. Pemerintah perlu memastikan setiap program memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha.

Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan UMKM harus memiliki ukuran yang jelas, mulai dari peningkatan omzet, bertambahnya tenaga kerja, hingga kemampuan produk menembus pasar yang lebih luas.

Baca  Dewan Samarinda Minta Semua Lini Gaspol Tangani Stunting

“UMKM tidak hanya bisa bertahan saja, tapi bagaimana bisa tetap untung dan naik kelas,” ujar Iswandi.

Iswandi mencontohkan jaringan minimarket seperti Indomaret yang tersebar di Samarinda hingga berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim). Keberadaan gerai tersebut dinilai dapat menjadi peluang pemasaran bagi produk UMKM lokal.

Namun, ia mengingatkan perluasan pasar membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, terutama dalam memfasilitasi kemitraan antara pelaku usaha dan pengelola jaringan ritel.

Karena itu, dinas teknis diharapkan tidak hanya berfokus terhadap pelatihan, tetapi juga menyiapkan langkah yang mampu mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra usaha.

Baca  Persiapan Pelantikan Pimpinan DPRD Balikpapan Capai 80%, Gladi Bersih Digelar Hari Ini

Selain persoalan pemasaran, Iswandi menyoroti keberlanjutan anggaran pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di tengah kebijakan efisiensi fiskal, program pembinaan UMKM dinilai tetap membutuhkan perhatian serius.

Ia mengungkapkan Komisi II DPRD Samarinda telah berkoordinasi dengan Wali Kota untuk memastikan dukungan anggaran bagi sektor tersebut tidak terabaikan dalam penyusunan belanja daerah.

“Anggaran UMKM harus tetap diperkuat,” tegasnya.

Menurut Iswandi, keberlanjutan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar program pengembangan usaha dapat berjalan secara konsisten.

Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu pelaku UMKM menghadapi keterbatasan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.

Baca  DPRD Samarinda Genjot Sinergi Banjir dengan Kukar

Iswandi berharap pemerintah kota mampu mengarahkan program pemberdayaan secara lebih terukur. Dengan demikian, keberhasilan pembinaan dapat terlihat dari perkembangan usaha dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Ia menekankan penguatan UMKM harus menjadi bagian dari strategi menjaga perputaran ekonomi daerah, sekaligus menciptakan peluang kerja dan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button