Bupati PPU Minta Antrean BBM Segera Ditata

Editorialkaltim.com – Antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di depan kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat perhatian pemerintah daerah. Antrean yang kerap memanjang dinilai mengganggu arus lalu lintas hingga berisiko membahayakan pengguna jalan.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan persoalan tersebut perlu segera ditangani melalui penataan arus lalu lintas. Kondisi jalan yang menyempit di sejumlah titik, ditambah antrean kendaraan, membuat ruang bagi pengguna jalan semakin terbatas.
“Antrean kendaraan BBM yang selalu ada di depan ini menjadi persoalan buat kita,” ujar Mudyat saat diwawancarai, Senin (17/8/2026).
Mudyat menyebut Pemkab PPU akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), serta Polres PPU untuk melakukan penataan di sekitar lokasi.
“Apalagi jelang dihapusnya Pertalite, tentu akan kita coba kerja sama dengan Dishub, Lantas, serta Polres PPU untuk melakukan penataan,” katanya.
Penataan tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mencegah potensi kecelakaan akibat antrean yang menggunakan sebagian badan jalan.
Selain persoalan lalu lintas, Pemkab PPU turut menyoroti ketersediaan kuota BBM subsidi. Mudyat mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga terkait penambahan kuota BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita sudah melakukan penambahan dan bersama Pertamina Patra Niaga, kuota di PPU sebenarnya cukup,” ujarnya.
Namun, menurut Mudyat, posisi PPU sebagai jalur lintas antardaerah turut memengaruhi konsumsi BBM. Aktivitas di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta kendaraan perusahaan yang melintasi wilayah tersebut membuat kebutuhan BBM tidak hanya berasal dari masyarakat PPU.
Kondisi itu, kata dia, perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran kuota BBM subsidi untuk PPU.
“Pertamina Patra Niaga atau Pertamina tidak menghitung daerah kami sebagai daerah pelintasan, sehingga dibutuhkan kuota tambahan ekstra,” ungkapnya.
Pemkab PPU berharap penyesuaian kuota dan penataan lalu lintas dapat menekan antrean kendaraan di sekitar SPBU. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan di kawasan perkantoran Pemkab PPU. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



