
Editorialkaltim.com – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang yang baru menjadikan persoalan sebelumnya sebagai bahan evaluasi serius. Ia menegaskan, anggaran yang dialokasikan pemerintah harus sepenuhnya digunakan untuk pembinaan atlet, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Haris dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Bontang 2026. Ia berharap forum tersebut menjadi titik awal pembenahan tata kelola organisasi olahraga di Kota Bontang.
“Harapan kita pertama bisa menyelesaikan persoalan ini. Kalau ada persoalan hukum, secara kelembagaan KONI harus bertanggung jawab,” ujar pria yang akrab disapa AH tersebut, Sabtu (19/9/2026).
AH berharap persoalan hukum tidak kembali terjadi dalam kepengurusan KONI ke depan. Menurutnya, persoalan tersebut dapat menjadi catatan serius bagi keberlangsungan organisasi serta berdampak terhadap pembinaan olahraga.
Ia meminta kepengurusan baru tidak sekadar mengganti struktur, tetapi juga melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola organisasi dan pembinaan cabang olahraga.
“Harapan kita kehadiran ketua baru nanti, musyawarah luar biasa ini bisa diselesaikan dengan baik, bisa memperbaiki tata kelola dan pembinaan secara baik ke cabor-cabor,” katanya.
Agus Haris secara khusus menyoroti pengelolaan anggaran KONI Bontang yang mencapai sekitar Rp4,4 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pembinaan olahraga sehingga penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi atlet.
“Kelola APBD Rp4,4 miliar itu dengan baik untuk kepentingan pembinaan atlet,” tegasnya.
Ia menekankan, pemerintah dan KONI merupakan bagian dari satu ekosistem pembinaan olahraga. Pemerintah berperan sebagai pengguna hasil pembinaan, sementara KONI bertanggung jawab memastikan pembinaan atlet berjalan dengan baik.
Karena itu, dukungan anggaran melalui hibah maupun operasional harus dikawal agar benar-benar digunakan untuk membina atlet sejak tingkat awal hingga meraih prestasi.
“Jangan korbankan atlet karena kepuasan pribadi, untuk kepuasan struktur dan kepuasan pribadi,” ucapnya.
Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti pada urusan administratif organisasi. Dengan kepengurusan baru, KONI harus mampu mengawal pembinaan atlet secara berjenjang agar potensi yang dimiliki Bontang dapat berkembang menjadi prestasi.
Ia juga meyakini ketua KONI yang baru, termasuk Andi Amri yang menjadi calon tunggal dalam Musorkotlub, dapat mengambil pelajaran dari berbagai persoalan yang telah terjadi.
“Saya yakin sosok, misalnya Bung Andi Amri atau yang lain, bisa belajar dari apa yang sudah ada, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan organisasi,” pungkasnya.(lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



