
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, serta melindungi daya beli masyarakat.
Langkah antisipasi itu dibahas Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah secara virtual di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balai Kota Samarinda, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan data statistik per 2 November 2026, inflasi Kota Samarinda tercatat sebesar 4,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 0,30 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengendalian harga, khususnya komoditas pangan yang berpengaruh langsung terhadap kebutuhan rumah tangga.
Daging ayam ras tercatat memberikan andil terbesar terhadap inflasi. Sementara itu, harga cabai terpantau relatif stabil pada kisaran Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
Dalam rakor tersebut, sejumlah perangkat daerah bersama Perumda Varia Niaga menyampaikan laporan perkembangan harga dan kondisi pasokan berbagai komoditas pangan. Pemantauan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kenaikan harga sekaligus memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar hingga ke konsumen.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kita perlu mengantisipasi kemungkinan peningkatan permintaan dan pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok. Karena itu, persiapan harus dilakukan sejak sekarang, terutama melalui penguatan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayah yang membutuhkan,” ungkap Saefuddin.
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait terus memperkuat koordinasi dan memantau perkembangan harga di pasar secara berkala. Dengan demikian, pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar atau gangguan pasokan.
Selain komoditas pangan, Pemkot Samarinda memperhatikan ketersediaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Saefuddin meminta Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM, terutama BBM bersubsidi, tetap mencukupi kebutuhan masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Ia juga menyoroti potensi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurutnya, kelancaran pelayanan perlu menjadi perhatian agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat kendala distribusi maupun penumpukan antrean.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, terlebih menjelang libur panjang ketika mobilitas warga berpotensi meningkat. Kami berharap Pertamina dapat memastikan ketersediaan stok dan menjaga pelayanan di SPBU agar tetap lancar,” tegasnya.
Saefuddin turut mendorong optimalisasi Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus membantu menstabilkan harga komoditas pangan di pasaran.
Melalui penguatan koordinasi TPID, pemantauan harga, serta pengamanan pasokan pangan dan BBM, Pemkot Samarinda berupaya memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Natal dan Tahun Baru.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi potensi lonjakan harga maupun kelangkaan kebutuhan pokok selama perayaan akhir tahun. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



