KaltimKukar

Padi Tumbuh di Danau Semayang, Ketua DPRD Kukar Ingin Metode Tambela Dar Dikembangkan

Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani

Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendorong pengembangan lahan pertanian baru dengan memanfaatkan kawasan rawa dan danau. Dorongan ini muncul setelah tanaman padi di Danau Semayang, Kecamatan Kenohan, menunjukkan pertumbuhan meski berada di lingkungan perairan yang mengalami pasang surut.

Ahmad Yani melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk memperluas pemanfaatan lahan pertanian di Kukar. Menurutnya, keberadaan tanaman padi di kawasan danau membuka kemungkinan pengembangan pola bercocok tanam yang menyesuaikan kondisi alam setempat.

“Ke depan kita berharap lahannya bisa diperluas. Ternyata bibit padi dapat tumbuh di lingkungan danau maupun rawa,” ujarnya.

Ia menilai peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan pengelolaan lahan yang tepat. Terlebih, kawasan perairan memiliki tantangan berbeda dibandingkan persawahan konvensional.

Baca  Hibah Rp4,5 Miliar untuk Renovasi Gedung Bawaslu Kukar

Pengembangan pertanian di Danau Semayang sendiri menggunakan metode yang dikenal sebagai Tambela Dar. Teknik ini memanfaatkan kondisi lahan danau dengan menyesuaikan aktivitas penanaman terhadap perubahan ketinggian air.

Metode tersebut sempat menjadi perbincangan di media sosialita. Sejumlah masyarakat meragukan tanaman padi mampu bertahan mengingat kawasan Danau Semayang memiliki siklus perairan yang berubah mengikuti musim.

Keraguan itu mulai terjawab setelah tanaman yang dibudidayakan petani di Desa Semayang tumbuh dan membentuk hamparan persawahan.

Bagi Ahmad Yani, perkembangan tersebut menunjukkan potensi pertanian daerah tidak selalu terbatas di lahan kering maupun kawasan persawahan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Baca  Anggota DPRD Kaltim Soroti Perlunya Mitigasi Bencana di Samarinda

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua di Kutai Kartanegara,” katanya.

Ia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menyusun strategi pengembangan pertanian, khususnya untuk wilayah dengan karakteristik rawa dan perairan musiman.

Meski tanaman mulai menunjukkan pertumbuhan, Ahmad Yani menekankan perlunya perhatian terhadap pengelolaan dan penyiapan lahan. Penyesuaian waktu tanam dengan kondisi pasang surut menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhitungkan.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga telah memberikan perhatian terhadap aktivitas pertanian di kawasan tersebut. Bahkan, kunjungan lapangan direncanakan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus persiapan menuju panen raya.

Ahmad Yani berharap peninjauan tersebut dapat menjadi langkah untuk mengidentifikasi kebutuhan petani serta menentukan peluang pengembangan lahan berikutnya.

Baca  DPRD Samarinda Desak Data Penerima Kios Pasar Pagi Dibuka

Menurutnya, dukungan pemerintah dan pendampingan pertanian diperlukan agar metode Tambela Dar dapat diterapkan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan karakteristik lingkungan danau.

Jika hasil panen nantinya menunjukkan perkembangan positif, ia berharap pengalaman petani Danau Semayang bisa menjadi referensi bagi kawasan lain di Kukar yang memiliki kondisi geografis serupa.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya menambah potensi produksi pangan daerah, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan danau.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button