KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Tambah Dana Darurat Rp3 Miliar, Helmi Abdullah Ingin Penanganan Karhutla Lebih Siap

Helmi saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan penanganan karhutla di Posko Perum Korpri Pelita 8, RT 8, Kelurahan Pulau Atas, Samarinda

Editorialkaltim.com – DPRD Samarinda memperkuat dukungan pembiayaan penanggulangan bencana di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum mereda. Melalui APBD Perubahan 2026, alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) meningkat sebesar Rp3 miliar untuk mendukung kebutuhan penanganan darurat.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan legislatif bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam memastikan ketersediaan anggaran ketika terjadi bencana.

Sebelumnya, pemerintah mengalokasikan BTT sebesar Rp10 miliar. Setelah mengalami penyesuaian, jumlahnya meningkat menjadi Rp13 miliar.

Baca  Sabu Disembunyikan di Mulut, Polisi Tangkap Dua Pengedar di Nenang PPU

“Alokasi Belanja Tidak Terduga yang sebelumnya Rp10 miliar, sekarang menjadi Rp13 miliar,” ujar Helmi baru-baru ini.

Penambahan dana tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan. Anggaran darurat juga dipersiapkan untuk menghadapi kekeringan, kebutuhan distribusi air bersih, hingga penanganan bencana ketika memasuki musim penghujan.

Menurut Helmi, kesiapan pemerintah menghadapi bencana harus mencakup berbagai kebutuhan operasional. Dukungan anggaran perlu diimbangi ketersediaan personel, peralatan, serta perlengkapan medis.

Perhatian tersebut kembali disampaikan Helmi saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan penanganan karhutla di Posko Perum Korpri Pelita 8, RT 8, Kelurahan Pulau Atas, Samarinda, Sabtu (31/10/2026).

Baca  Diduga Oknum Ormas Lakukan Intimidatif, Adnan Minta Pemerintah Berikan Tindakan Hukum

“Jadi, itu untuk alokasi anggaran tanggap darurat,” jelasnya.

Kebijakan penambahan anggaran tersebut dinilai relevan dengan perkembangan kebakaran lahan di Samarinda.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Samarinda, sebanyak 345 kejadian karhutla tercatat sepanjang Januari hingga 31 Oktober 2026.

Total area terdampak mencapai 932,72 hektare. Angka tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan sumber daya untuk mendukung penanggulangan kebakaran di berbagai wilayah.

Baca  KAMMI Unmul Sayangkan Kunjungan Presiden BEM KM ke Jokowi

Helmi menilai penguatan kesiapan menjadi langkah penting agar petugas tidak mengalami kendala ketika menghadapi kondisi darurat.

Selain pengalokasian dana, pemerintah daerah diharapkan memastikan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan perlengkapan pemadaman dapat terpenuhi sesuai situasi lapangan.

DPRD Samarinda juga menaruh perhatian terhadap pentingnya pencegahan agar kejadian kebakaran tidak terus bertambah.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button