BontangKaltim

Badak LNG Salurkan Pangan Diet Khusus untuk 40 Baduta di Bontang Selatan

Penyerahan bantuan Program Pangan Diet Khusus (PDK) untuk pencegahan stunting baduta (Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Badak LNG menyalurkan bantuan Program Pangan Diet Khusus (PDK) kepada 40 bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kecamatan Bontang Selatan. Program ini menyasar anak dengan kondisi berat badan kurang (underweight) sebagai upaya mencegah risiko stunting sejak dini.

Bantuan tersebut diberikan kepada masing-masing 20 baduta di wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan 1 dan Puskesmas Bontang Selatan 2. Intervensi akan berlangsung selama tiga bulan dengan pemantauan kondisi tumbuh kembang anak oleh keluarga dan tenaga kesehatan.

Manager CSR & Relations Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo, mengatakan program tersebut telah disusun sejak 2025 melalui kertas kerja yang kemudian mendapat persetujuan dari pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas.

Menurutnya, meski jumlah penerima manfaat masih terbatas, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah Kota Bontang dalam menekan risiko stunting.

Baca  DPRD PPU Dorong Pemkab Gandeng Kampus Demi Tambah Nakes

“Kami berharap bantuan PDK selama tiga bulan ke depan ini turut diikuti pemantauan kondisi baduta oleh keluarga, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Bontang Selatan 1 dan 2. Harapannya, pencegahan stunting bisa berjalan dengan baik,” ujarnya saat memberikan sambutan, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bambang Sri Mulyono, menjelaskan sasaran program kali ini bukan anak yang telah terindikasi stunting, melainkan anak dengan berat badan kurang atau underweight.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan apabila tidak segera ditangani.

Bambang menjelaskan, PDK merupakan pangan khusus dalam bentuk produk kemasan yang dapat diberikan secara praktis setiap hari. Berbeda dengan pemberian makanan tambahan (PMT) yang membutuhkan proses pengolahan, produk PDK lebih mudah disiapkan oleh orang tua.

Baca  Pengawasan Restoran di Bontang Akan Diperketat, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan

Meski demikian, pemberiannya tetap harus disertai makanan bergizi agar anak terbiasa mengonsumsi makanan sehari-hari dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Bambang juga menyebutkan Kecamatan Bontang Selatan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus stunting cukup tinggi. Dari sekitar 1.300 kasus stunting di Kota Bontang, hampir 600 di antaranya berada di wilayah tersebut.

Karena itu, ia menekankan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Keterlibatan kader, kelurahan, kecamatan, hingga perusahaan diperlukan untuk memperluas jangkauan intervensi.

Di sisi lain, Camat Bontang Selatan, Ahmad Eva Yuliansyah, mengapresiasi kontribusi Badak LNG. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung penanganan persoalan sosial di wilayah Bontang Selatan.

Baca  Bullying di Kalangan Pelajar, DPRD Kaltim Dorong Edukasi Digital

Menurutnya, wilayah selatan masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan stunting dan kemiskinan. Dukungan perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut dinilai dapat membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berkesinambungan. Apalagi Bontang Selatan masih membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak dalam menangani persoalan stunting maupun kemiskinan,” pungkasnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button