Wawali Samarinda Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Santri

Editorialkaltim.com – Semangat perjuangan santri tidak berhenti pada catatan sejarah kemerdekaan. Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, generasi muda dituntut melanjutkan perjuangan tersebut melalui pendidikan, penguatan akhlak, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, saat menghadiri Lailatul Ijtima Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sempaja Utara ke-43 yang dirangkai dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026/1448 Hijriah.
Kegiatan berlangsung di Majelis Taklim Al Hikam, Masjid Al Hikam Lit Taib, Jalan Saliki, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda, Sabtu (31/10/2026) malam. Acara tersebut diisi dengan pengajian, silaturahmi warga Nahdliyin dan masyarakat setempat, serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.
Dalam sambutannya, Saefuddin mengajak para santri dan generasi muda untuk terus belajar.
Menurutnya, kesungguhan menuntut ilmu harus dimulai dari pengetahuan dasar hingga pendidikan yang lebih tinggi sehingga mampu membentuk generasi berwawasan luas sekaligus memiliki karakter kuat.
“Perjuangan santri hari ini harus disesuaikan dengan tantangan zaman. Kalau dahulu para santri berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sekarang perjuangan itu bisa dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh, memperdalam ilmu pengetahuan, memperbaiki diri, dan mengendalikan hawa nafsu,” ungkap Saefuddin.
Saefuddin juga mengingatkan kembali peran kaum santri dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk semangat Resolusi Jihad yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, nilai perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kecerdasan, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.
Selain menekankan pentingnya pendidikan, Saefuddin mengajak keluarga dan masyarakat untuk berperan dalam membentuk generasi yang saleh dan salehah.
Lingkungan keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial dinilai memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.
“Anak-anak kita harus dijaga dan dididik bersama. Jangan hanya menyerahkan tanggung jawab kepada sekolah atau pemerintah. Keluarga dan lingkungan masyarakat juga harus ikut membimbing mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan peduli terhadap sesama,” jelas Saefuddin.
Orang nomor dua di Kota Samarinda itu turut mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersihan kota. Menurutnya, kecintaan terhadap daerah tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku masyarakat sehari-hari.
“Mari kita jaga kebersihan, kita jaga kerukunan, dan kita cintai kota kita. Jangan dikotori kota ini,” pungkas Saefuddin.
Melalui Lailatul Ijtima dan peringatan Hari Santri Nasional tersebut, semangat keagamaan, pendidikan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap daerah diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Samarinda. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



