
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyambut rencana investasi proyek desalinasi air laut senilai sekitar Rp8 triliun yang ditawarkan investor asal Malaysia. Namun, rencana tersebut masih harus melalui kajian menyeluruh sebelum memasuki tahap kerja sama.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap rencana investasi tersebut. Terlebih, proyek desalinasi dinilai sejalan dengan kebutuhan Bontang sebagai daerah yang memiliki keterbatasan sumber air baku.
Meski demikian, ia meminta investor terlebih dahulu menyusun dokumen perencanaan dan kajian kelayakan bisnis. Langkah tersebut penting untuk memastikan proyek memiliki prospek yang menjanjikan serta sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat Bontang.
“Prinsipnya kami oke, tinggal kajian mereka dan dokumen perencanaannya yang akan kami pelajari,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Menurut Agus, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah harga air yang ditawarkan. Berdasarkan pemaparan awal investor, harga air hasil desalinasi relatif lebih tinggi sehingga dikhawatirkan sulit dijangkau masyarakat jika tidak mendapat subsidi.
“Kalau harga yang ditawarkan seperti itu, masyarakat kami tentu tidak mampu membeli, kecuali ada subsidi. Tapi kondisi anggaran kita saat ini juga sedang penuh tekanan,” jelasnya.
Selain aspek harga, pria yang akrab disapa AH ini juga menyoroti lokasi pembangunan yang direncanakan berada di kawasan sirkuit, Bontang Lestari. Pemanfaatan lahan tersebut perlu disesuaikan dengan peruntukan ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), mengingat kawasan itu sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pembangunan fasilitas sirkuit balap.
Karena itu, Agus meminta investor bersama pemerintah turut mempertimbangkan lokasi alternatif yang lebih strategis.
Agus juga mempertanyakan potensi pasar apabila proyek hanya mengandalkan kebutuhan masyarakat Bontang Lestari. Kawasan tersebut saat ini memiliki sekitar 5.000 penduduk, sementara pembangunan jaringan distribusi air dari lokasi tersebut menuju pusat kota diperkirakan membutuhkan jaringan sepanjang 30 kilometer.
“Kalau jaringan dibangun sampai ke kota, tentu membutuhkan biaya yang lebih besar lagi. Makanya area itu harus dipastikan betul, termasuk kemungkinan adanya lokasi alternatif di dalam kota,” katanya.
Proyek yang ditawarkan investor asal Malaysia tersebut tidak hanya dirancang untuk menghasilkan air bersih melalui proses desalinasi air laut, tetapi juga berpotensi memproduksi garam dengan kapasitas sekitar 5.000 ton per hari.
Menurut Agus, potensi produksi garam tersebut dapat menjadi peluang bisnis tambahan jika diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri dan perusahaan di Bontang.
Ia juga membuka peluang kerja sama antara pengelola proyek dan Perumda Tirta Taman (PDAM), terutama dalam pemanfaatan infrastruktur jaringan distribusi air yang sudah tersedia.
“Kalau infrastrukturnya bisa memanfaatkan yang sudah ada, tentu akan memangkas biaya. Itu nanti yang harus dibicarakan dalam kajiannya,” ujarnya.
Dengan nilai investasi mencapai Rp8 triliun, Agus menilai skala proyek tersebut cukup besar jika hanya mengandalkan pasar rumah tangga. Karena itu, keterlibatan dunia usaha dan sektor industri menjadi salah satu opsi untuk memperkuat kelayakan bisnis proyek.
Bontang sendiri memiliki sekitar 65 ribu kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 196 ribu jiwa. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengukur potensi pasar proyek desalinasi.
Meski demikian, Agus menegaskan Pemkot Bontang tetap membuka peluang investasi seluas-luasnya. Namun, setiap rencana investasi harus memperhatikan aspek regulasi, kebutuhan masyarakat, kelayakan bisnis, serta keberlanjutan proyek.
“Kecuali kalau bisa digeser untuk bekerja sama dengan dunia usaha dan perusahaan-perusahaan, mungkin bisa. Tapi semuanya bergantung pada hasil kajian mereka mengenai peluang bisnis air di Bontang,” tutupnya. (lia/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



