KaltimSamarinda

Pelajar Tewas Terlindas Truk di Jalan Jakarta Samarinda, DPRD Desak Evaluasi Kendaraan Berat

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung (Foto: Istimewa)

Editorialkaltim.com – Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, memicu sorotan DPRD Kota Samarinda. Pemerintah diminta mengevaluasi aktivitas kendaraan berat di kawasan permukiman untuk mencegah kecelakaan serupa.

Korban diketahui bernama Chindy Ghaisani Nur Azzahra (10), seorang murid sekolah dasar. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama sang ibu terlibat kecelakaan dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM), Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 14.35 Wita.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan terjadi saat sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai ibu korban melaju menuju Jalan Jakarta 2.

Saat melintas di depan Bengkel Jakarta Motor, pengendara diduga berusaha menghindari kendaraan di depannya hingga kehilangan keseimbangan. Korban kemudian terjatuh ke arah kolong truk tangki yang melintas di samping sepeda motor.

Baca  Gubernur Harum Dorong Percepatan Program Prioritas di Kaltim

Anggota DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar Ronal, Jumat (30/10/2026).

Ia menyoroti kondisi Jalan Jakarta yang menjadi akses harian masyarakat. Ruas tersebut dilintasi berbagai kendaraan, mulai sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan berat.

Menurutnya, keterbatasan lebar jalan dengan aktivitas kendaraan yang tinggi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki.

Baca  Pemprov Kaltim Tegaskan Pengangkatan Dewas RSUD Sudah Sesuai Aturan

Ronal mempertanyakan bagaimana kecelakaan fatal bisa terjadi di jalan umum yang setiap hari digunakan masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah dan instansi terkait.

“Bagaimana caranya menjaga keselamatan untuk diri kita sendiri apalagi kepada orang lain,” tegasnya.

Ia mengingatkan pengemudi kendaraan besar agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi permukiman padat. Kendaraan berat memiliki titik buta atau blind spot yang luas serta membutuhkan jarak pengereman lebih panjang.

Selain kehati-hatian pengendara, Ronal mendorong evaluasi pengaturan lalu lintas, termasuk peningkatan pengawasan, pemasangan rambu keselamatan, dan kemungkinan pembatasan jam operasional kendaraan berat.

Baca  40 Peserta Paskibraka Kota Samarinda Masuk Pusdiklat Kesbangpol Dorong Peserta Disiplin

Persoalan aktivitas truk di kawasan Jalan Jakarta juga menjadi perhatian warga. Sejumlah warga sebelumnya mengeluhkan kendaraan besar yang melintas di lingkungan permukiman dan mengusulkan pengaturan jam operasional.

Ronal berharap kejadian tersebut tidak berhenti sebatas penanganan kecelakaan. Pemerintah bersama kepolisian diharapkan memperkuat langkah pencegahan agar keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan pejalan kaki, lebih terjamin.

Ia menekankan pentingnya kesadaran seluruh pengendara untuk mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan saat melintas di kawasan padat penduduk.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button