BontangKaltim

Disnaker Bontang Siapkan 13 Jenis Pelatihan Kerja, Fokus pada Kebutuhan Industri

Kepala Disnaker Kota Bontang Asdar Ibrahim (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menyiapkan 13 jenis pelatihan kerja melalui anggaran perubahan. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, terutama di bidang yang dibutuhkan sektor industri.

Kepala Disnaker Kota Bontang Asdar Ibrahim mengatakan, sejumlah pelatihan yang disiapkan meliputi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) umum, pengelasan, mengemudi, hingga pemasangan perancah (scaffolding).

Menurut Asdar, pelatihan berbasis industri menjadi salah satu prioritas agar tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca  DPRD Samarinda Tekankan Komunikasi Terarah Pemkot dan Pemprov dalam Pembangunan

“Karena kami ingin pelatihan ini berbasis industri. Ada pelatihan K3 umum, welder, mengemudi, scaffolding, dan beberapa jenis lainnya,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Selain pelatihan di sektor industri, Disnaker juga menyediakan pelatihan nonindustri, seperti menjahit. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

Asdar menjelaskan, pelatihan nonindustri turut mendukung target Pemerintah Kota Bontang untuk mencetak 500 wirausaha baru setiap tahun. Disnaker menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang berperan dalam pencapaian target tersebut.

Baca  Anggota DPRD Kaltim Subandi Apresiasi Peluncuran Program Gratispol

“Target kita ada 500 wirausaha baru setiap tahun. Karena itu, pelatihan nonindustri seperti menjahit juga tetap ada,” jelasnya.

Ia menyebutkan, seluruh jenis pelatihan tersebut telah masuk dalam anggaran perubahan. Sementara itu, proses seleksi peserta dilakukan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) yang akan menjadi tempat pelaksanaan program.

Disnaker memperkirakan sekitar 323 peserta akan mengikuti pelatihan tersebut. Pembukaan program direncanakan berlangsung secara serentak, sedangkan jadwal pelaksanaannya masih akan ditentukan.

Asdar berharap proses seleksi di masing-masing LPK dapat memastikan peserta yang terpilih sesuai dengan persyaratan dan sasaran pelatihan. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Baca  DPRD Samarinda Akan Studi Banding ke Banyumas, Cari Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

“Harapannya, dengan kompetensi ini mampu membuka peluang kerja lebih luas, baik di sektor industri maupun melalui pengembangan usaha mandiri,” pungkasnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button