BontangKaltim

DPRD Bontang Minta Keluhan Warga Terdampak Proyek Polder Tanjung Laut Segera Ditangani

Kunjungan DPRD Bontang ke pembangunan Polde Tanjung Laut, Bontang Selatan (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – DPRD Kota Bontang meminta keluhan warga yang terdampak pembangunan Polder Tanjung Laut segera ditindaklanjuti. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah munculnya keretakan pada rumah warga di sekitar lokasi proyek.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan setiap dampak yang muncul selama pembangunan harus menjadi perhatian kontraktor pelaksana. Menurutnya, keluhan masyarakat perlu ditampung dan dikomunikasikan agar tidak berkembang menjadi persoalan baru.

“Kalau ada rumah warga yang terdampak, tentu harus segera dicatat dan dikoordinasikan dengan pihak pelaksana. Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan karena adanya pekerjaan ini,” ujarnya.

Andi menyebut koordinasi antara kelurahan dan kontraktor penting dilakukan selama proyek berlangsung. Selain persoalan kerusakan rumah, pihak pelaksana juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk kebersihan dan akses jalan warga.

Keluhan terkait keretakan rumah sebelumnya disampaikan dua warga RT 23, Kelurahan Tanjung Laut. Salah satunya, Murin, yang rumahnya berada di dekat area pembangunan, mengaku menemukan retakan pada bagian dapur yang diduga muncul setelah aktivitas pengerukan menggunakan alat berat.

“Karena getaran proyek saat ekskavator mengeruk di dekat rumah, khawatirnya ambrol saja, Mas,” ungkapnya.

Lurah Tanjung Laut, Andriayani, membenarkan terdapat dua warga RT 23 yang telah melaporkan keretakan rumah. Pihak kelurahan telah meneruskan laporan tersebut kepada kontraktor dan berkoordinasi terkait penanganannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Sanitasi (SAMSDA) DPUPR Bontang, Edi Suprapto, mengatakan laporan mengenai keretakan rumah warga telah diterima pihaknya dan disampaikan kepada kontraktor. Namun, perbaikan direncanakan setelah seluruh pekerjaan proyek selesai pada Desember 2026.

“Perbaikannya nanti dilakukan setelah pekerjaan selesai supaya tidak terjadi kerusakan berulang. Kalau diperbaiki sekarang, masih ada kemungkinan terdampak lagi oleh aktivitas proyek,” jelasnya.

Diketahui, proyek Polder Tanjung Laut dikerjakan PT Bumi Lasinrang dengan nilai kontrak Rp38,5 miliar. Hingga Senin (10/8/2026), progres pembangunan baru mencapai sekitar 5 persen. (lia/ndi/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button