
Editorialkaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyambut positif rencana pemerintah pusat membangun jalur kereta api Trans Kalimantan. Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menginstruksikan Dinas Perhubungan menyusun kajian sekaligus menjajaki calon investor yang akan terlibat dalam proyek tersebut.
Rudy mengatakan, kajian itu diperlukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan jaringan perkeretaapian yang diharapkan menjadi penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.
“Menyambut baik ya kalau ada pelaksanaan kegiatan kereta api di Kaltim dan kami sudah memberikan instruksi kepada Dinas Perhubungan untuk melaksanakan kajian beserta dengan calon investor yang akan melaksanakan pembangunan,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Rencana pembangunan jalur kereta api di luar Pulau Jawa sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan revitalisasi Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2025. Saat itu, Presiden mendorong percepatan pembangunan jaringan kereta api Trans Sumatera yang menghubungkan Bakauheni hingga Aceh, sekaligus pengembangan jalur kereta api Trans Kalimantan sebagai bagian dari pemerataan infrastruktur nasional.
Bagi Kalimantan Timur, rencana tersebut bukan hal baru. Pemprov Kaltim telah menyiapkan arah pengembangan perkeretaapian melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 60 Tahun 2025 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Tahun 2024–2043.
Pergub yang ditetapkan di Samarinda pada 31 Desember 2025 itu menjadi pedoman pembangunan jaringan kereta api di Kaltim, termasuk pengembangan jalur angkutan penumpang dan logistik.
Dalam dokumen tersebut, panjang jaringan rel yang direncanakan mencapai 1.579,54 kilometer. Infrastruktur itu disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Salah satu proyek yang menjadi prioritas ialah pembangunan jalur kereta api dari Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, menuju Pelabuhan Santan di Kota Bontang sepanjang 216,5 kilometer. Jalur tersebut diproyeksikan menjadi lintasan pertama yang beroperasi dengan target penyelesaian pada 2030.
Jika terealisasi, pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan diyakini mampu memangkas biaya logistik, mempercepat arus distribusi barang, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Timur maupun nasional.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



