IKNNasional

IKN Siapkan 4 Tower Khusus Pekerja Perempuan

HPK Khusus Perempuan di IKN. (Foto: Humas OIKN)

Editorialkaltim.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyediakan empat tower khusus bagi pekerja perempuan di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK). Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta privasi pekerja yang terlibat dalam pembangunan ibu kota baru.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN Cakra Nagara mengatakan pengelolaan hunian dirancang agar seluruh penghuni dapat tinggal dengan aman meski berasal dari berbagai profesi dan latar belakang.

Menurutnya, lingkungan hunian yang nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas para pekerja selama menjalankan tugas di kawasan IKN.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujar Cakra dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Saat ini terdapat 35 tower di kawasan HPK. Sebanyak empat tower yang berada di HPK 2 dikhususkan untuk pekerja perempuan. Otorita IKN juga menempatkan petugas keamanan perempuan di kawasan tersebut, menyesuaikan petugas kebersihan berdasarkan gender dan area kerja, serta memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik untuk memperkuat sistem keamanan.

Berdasarkan data Otorita IKN, kawasan HPK dihuni 4.302 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 716 orang atau 16,6 persen merupakan perempuan, sedangkan 3.586 orang atau 83,4 persen merupakan laki-laki. Selain pekerja konstruksi, kawasan tersebut juga dihuni petugas keamanan, petugas kebersihan, serta tenaga pendukung lainnya.

Petugas keamanan HPK 2, Nirwana, mengatakan aturan di tower khusus perempuan diterapkan secara ketat. Setiap laki-laki yang hendak masuk ke area tersebut wajib mendapat pendampingan petugas keamanan.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib dan aman,” katanya.

Salah seorang penghuni HPK, Sri, mengaku merasa lebih tenang sejak tinggal di tower khusus perempuan. Selama hampir satu tahun menghuni kawasan tersebut, ia menyebut tidak pernah mengalami gangguan keamanan.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV,” ujarnya.

Melalui pengelolaan HPK yang responsif gender, Otorita IKN berharap pembangunan ibu kota baru tidak hanya menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga menciptakan lingkungan hunian yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh pekerja. (tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button