KaltimSamarinda

Tricity Diperluas, Samarinda Bidik Peluang IKN

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong perluasan konsep Tricity yang selama ini menghubungkan Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda, dan Balikpapan. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memaksimalkan peluang ekonomi dari pembangunan ibu kota baru.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Pemkot Samarinda bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jakarta.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan konsep Tricity merupakan bagian dari strategi pengembangan kawasan penyangga IKN. Namun, Samarinda mengusulkan agar wilayah kerja sama tidak hanya melibatkan tiga daerah.

Menurutnya, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU) perlu masuk dalam skema tersebut karena memiliki peran penting sebagai kawasan penyedia pangan.

Baca  KPU Tetapkan 21 Bakal Calon Anggota DPD Kalimantan Timur di Pemilu 2024, Tiga Diantaranya Petahana

“Jadi kita minta ke Bappenas supaya ini tidak hanya Tri City, tapi juga melibatkan Kukar dan PPU, karena untuk penyediaan pangan itu wilayahnya lebih luas di sana,” kata Marnabas, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan Samarinda telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut perkembangan IKN. Berbagai program dijalankan, mulai dari pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan kawasan industri dan pelabuhan di Palaran yang diproyeksikan menjadi pusat logistik.

Selain itu, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemkot Samarinda berharap kota ini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menopang kebutuhan masyarakat maupun pekerja di IKN.

Baca  DPRD Samarinda Pantau Langkah Pemkot Dirikan SMA Taraf Internasional

“Kita ini ibaratnya sudah curi start, supaya nanti ketika IKN berjalan, orang beraktivitas di sana tapi belanjanya di Samarinda,” ujarnya.

Meski peluang ekonomi terbuka lebar, Marnabas mengingatkan adanya tantangan besar yang harus diantisipasi, terutama potensi lonjakan urbanisasi dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Ia menyebut kemampuan produksi pangan Samarinda saat ini masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri.

“Yang paling berbahaya itu inflasi. Kebutuhan pangan kita sekarang saja baru mampu sekitar 35 persen, sisanya masih bergantung dari luar daerah,” tegasnya.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemkot Samarinda mengusulkan pencetakan lahan pertanian baru di Kalimantan. Program itu dinilai menjadi solusi jangka panjang guna menjaga pasokan pangan bagi kawasan penyangga IKN.

Baca  Universitas Hasanuddin Kunjungi Uniba untuk Pemantapan Fakultas Kedokteran

Dalam skema pengembangan kawasan, Kukar dan PPU diharapkan berperan sebagai lumbung pangan. Sementara Samarinda dan Balikpapan difokuskan sebagai pusat industri, jasa, perdagangan, dan logistik.

Marnabas menilai kolaborasi antardaerah menjadi kunci agar manfaat ekonomi IKN dapat dirasakan secara merata. Bahkan, konsep Tricity ke depan berpotensi berkembang menjadi kawasan terintegrasi yang melibatkan enam wilayah.

“Kalau kita tidak siap dari sekarang, nanti kita hanya jadi penonton. Makanya kita harus siapkan semuanya dari sekarang,” pungkasnya. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button