
Editorialkaltim.com – Kegiatan Gen Matic x Shopee digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara, Jumat (17/4/2026). Program ini menarik antusias peserta lintas daerah yang ingin memperkuat kapasitas usaha berbasis digital. Sejak pagi, suasana kegiatan terlihat ramai dengan aktivitas diskusi, praktik langsung, hingga sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Program Generasi Melek Teknologi atau Gen Matic merupakan kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan ini difokuskan membekali peserta dengan keterampilan praktis seperti pengelolaan toko daring di platform Shopee hingga strategi pembuatan konten digital yang mampu meningkatkan penjualan.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menegaskan pentingnya akses setara bagi masyarakat agar mampu bersaing di ekosistem digital nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat lokal punya akses setara berkembang dalam ekosistem ekonomi digital nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya bersifat teori, tetapi langsung mengarahkan peserta memahami praktik bisnis digital secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan toko hingga strategi pemasaran.
Sementara itu, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin menilai program ini menjadi wadah belajar sekaligus ruang inovasi bagi masyarakat.
“Jadikan Nusantara sebagai ruang inovasi digital kreatif agar masyarakat bisa keluar garis kemiskinan melalui penguatan kewirausahaan berbasis teknologi,” katanya.
Alimuddin menilai penguatan kewirausahaan berbasis digital menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan IKN.
Dari sisi teknis, narasumber Kampus UMKM Shopee Mohamad Caesar Elfauza mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Kalau kita tidak menyesuaikan diri, kita akan kalah dalam persaingan bisnis sehingga pemanfaatan media sosial menjadi kunci,” jelasnya.
Ia menyebut media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis, termasuk dalam mendongkrak penjualan produk UMKM di platform e-commerce.
Salah satu peserta, pelaku UMKM Sambal Handil 4 Yusuf Setia Budi, merasakan langsung manfaat dari pelatihan tersebut.
“Sebelumnya saya sudah pernah posting, tapi masih ngawur. Sekarang jadi lebih rapi, deskripsi produk lebih detail dan tidak asal lagi,” tutupnya.(tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



