Nasional

Prajurit Gugur, DPR Desak Pemerintah Segera Tarik Pasukan TNI dari Lebanon

Pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). (Foto: Anadolu)

Editorialkaltim.com – Desakan agar pemerintah menarik pasukan perdamaian TNI dari Lebanon menguat usai insiden serangan terhadap pos Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) yang menewaskan satu prajurit Indonesia. DPR menilai kondisi keamanan di wilayah tersebut sudah tidak lagi aman bagi personel TNI.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan pasukan Indonesia di Lebanon. Ia menyebut keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya eskalasi konflik.

Baca  Menko Luhut: Starlink Siap Meluncur di Indonesia Pertengahan Mei 2024

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan pemerintah perlu mempertimbangkan penarikan pasukan TNI dari Lebanon demi menjamin keselamatan prajurit Indonesia.

“Jika kondisi keamanan tidak memungkinkan, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan penarikan pasukan demi keselamatan prajurit Indonesia di wilayah konflik tersebut saat ini,” ujarnya, Senin (30/3/2026), di kompleks parlemen dikutip dari Parlementaria.

Dave menilai, misi perdamaian yang dijalankan TNI di bawah naungan PBB harus dievaluasi secara menyeluruh, terutama setelah jatuhnya korban jiwa. Ia mempertanyakan efektivitas penugasan jika risiko keselamatan semakin tinggi.

Baca  Pembangunan Bandara VVIP IKN Terkendala, Tamu HUT RI Ke-79 Akan Mendarat di Balikpapan

Selain mendorong penarikan pasukan, DPR juga meminta investigasi mendalam terkait serangan tersebut. Menurut Dave, penting bagi pemerintah mengetahui secara jelas sumber serangan dan target yang dituju.

“Pemerintah harus mengusut sumber serangan, pelaku, serta tujuan serangan tersebut agar tidak menimbulkan korban tambahan dari pihak Indonesia,” katanya.

Dave juga menyinggung langkah negara lain yang mulai bersiap menarik pasukan dari Lebanon. Ia menyebut Italia telah memberi sinyal kesiapan untuk menarik personelnya, sehingga Indonesia perlu mempertimbangkan langkah serupa.

Baca  Di Sidang PBB Menlu Retno Kutuk Israel, Sebut Tiga Langkah Konkret RI untuk Gaza

Menurutnya, keputusan terkait penarikan pasukan harus melalui pertimbangan matang serta komunikasi intensif dengan pihak terkait, termasuk PBB sebagai pihak yang menaungi misi tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan RI telah memastikan satu prajurit TNI gugur akibat serangan yang terjadi di pos penjagaan UNIFIL. Dua prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button