KaltimPenajam Paser Utara

17 SD Ikuti Lomba Polisi Cilik di PPU

Peserta Lomba Polisi Cilik (Pocil) dari SDN 016 saat tampil dalam perlombaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (Foto: Istimewa)

Editorialkaltim.com – Sebanyak 17 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengikuti Lomba Polisi Cilik (Pocil), Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diperingati 22 September 2026.

Lomba Pocil menjadi salah satu upaya Satlantas Polres PPU mengenalkan kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas kepada pelajar sejak dini. Dalam perlombaan tersebut, tiga peserta terbaik akan ditetapkan sebagai juara. Juara pertama selanjutnya mewakili PPU dalam perlombaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Dukungan juga datang dari sekolah dan orang tua yang turut mendampingi peserta selama kegiatan.

“Antusiasmenya cukup bagus sekali, ada sekitar 17 sekolah dasar mengikuti perlombaan Pocil. Dukungan dari pihak sekolah juga dari orang tua tentunya yang hari ini mencurahkan semangat mulai dari pagi hingga nanti selesai cukup ramai sekali di gedung ini,” ujarnya saat diwawancarai ketika perlombaan berlangsung.

Baca  Capai Rp800 Juta per Unit, DPRD Kaltim Soroti Tingginya Biaya Pembuatan Dapur MBG

Ia mengatakan juara pertama tingkat PPU nantinya bersaing dengan perwakilan kabupaten dan kota lainnya di tingkat provinsi. Jika kembali meraih juara pertama, peserta akan melanjutkan perlombaan ke tingkat nasional.

“Bagi yang berkesempatan mendapat juara satu akan kita lombakan tingkat provinsi, bersaing dengan kabupaten kota lainnya, polres-polres lain. Dan terpilih juara satu akan dilombakan tingkat nasional,” ujarnya.

Dedik menyebut penilaian dilakukan dewan juri dari unsur TNI, Polri, dan personel lalu lintas. Para juri telah disumpah saat pembukaan untuk menjaga netralitas selama proses penilaian. Aspek yang dinilai meliputi kekompakan baris-berbaris, kedisiplinan, keseragaman, hingga busana peserta.

“Dewan juri sudah kita sumpah untuk memberikan penilaian yang adil tanpa adanya kecurangan, yang menjadi aspek penilaian dari kekompakan karena ini baris-berbaris, kedisiplinan, keseragaman sampai busana yang digunakan itu menjadi aspek penilaian juri,” jelasnya.

Pembinaan pelajar terkait lalu lintas juga dilakukan Satlantas Polres PPU melalui ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Saat ini, terdapat 31 siswa dari sekitar 20 SD yang mengikuti kegiatan tersebut dan mendapat pembinaan langsung dari personel Satlantas.

Baca  Perpanjangan SPMB Diapresiasi, DPRD Bontang Tekankan Hak Pendidikan Anak

Dedik menjelaskan, siswa yang berminat mengikuti PKS dapat mendaftarkan diri melalui sekolah masing-masing. Mereka kemudian mendapat pelatihan mengenai lalu lintas, termasuk 12 gerakan dan teknik pengaturan lalu lintas.

“Dari sekolah yang ada di Penajam terkumpul 31 siswa-siswi, tergabung dari sekitar 20 sekolah dasar. Karena ini panggilan jiwa, mereka bersedia membantu teman-temannya ketika di jam sekolah,” ucapnya.

Siswa PKS juga mendapat pendampingan saat menjalankan tugas secara bergantian di lingkungan sekolah, baik pagi hari maupun saat jam pulang. Mereka membantu menjaga ketertiban lalu lintas serta menyeberangkan siswa, orang tua, dan pengantar di sekitar sekolah.

“Dengan pendampingan Polantas untuk mengatur jalannya lalu lintas agar tercipta keamanan. Kita langsung menyentuh adik-adik kita, mengedukasi lalu lintas,” jelasnya.

Baca  Pejabat Tak Hafal Mars dan Hymne Kukar Bisa Dicopot

Untuk mengenalkan tugas kepolisian lalu lintas secara langsung, siswa PKS juga akan diajak mengunjungi Satlantas Polres PPU. Mereka akan diperkenalkan dengan proses pembuatan dan ujian Surat Izin Mengemudi (SIM), serta berbagai aktivitas kepolisian lalu lintas.

“Kita tunjukkan adik-adik bagaimana pembuatan SIM, bagaimana ujian SIM dan syarat ketentuan diberlakukan,” ujarnya.

Pembinaan saat ini menyasar tingkat SD sebagai tahap awal untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas dan kedisiplinan sejak dini. Satlantas Polres PPU juga menyiapkan pembinaan berkelanjutan agar pelajar memiliki pemahaman dasar sebelum memasuki jenjang SMP dan SMA.

“Kalau tingkat SMP dan SMA, ketika sudah menyasar SMP dan SMA bukan Pocil lagi, karena ketika dia dewasa yang memasuki masa remaja kita perlu duta lalu lintas. Di situlah muncul bibit-bibit,” pungkasnya. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button