
Editorialkaltim.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri resmi meluncurkan Mars dan Hymne Kutai Kartanegara karya Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Aulia mengatakan, Mars dan Hymne Kutai Kartanegara menjadi instrumen untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap daerah sekaligus memperkuat semangat pembangunan.
Menurutnya, Kukar selama ini belum memiliki mars dan hymne daerah. Karena itu, ia secara khusus meminta Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menciptakan kedua karya tersebut.
“Karena ternyata semenjak dulu, kita Kutai Kartanegara ini belum memiliki mars dan hymne. Sementara, kita harus punya instrumen untuk selalu memupuk kecintaan kita terhadap daerah kita tercinta, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia, Kamis (20/8/2026).
Aulia menegaskan, kecintaan terhadap Kukar tidak boleh dimaknai sebagai bentuk pengerdilan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebaliknya, kecintaan terhadap daerah harus menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa cinta kepada Indonesia. Hal itu dapat diwujudkan dengan menghargai adat istiadat, seni budaya, kekayaan alam, serta berbagai potensi yang dimiliki Kukar.
“Ketika kecintaan kita terhadap daerah kita, yaitu dengan segala isi dan yang ada di dalamnya, termasuk adat istiadat, kekayaan seni budaya, kekayaan adatnya, kekayaan alamnya,” ujarnya.
Aulia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kukar dan instansi di daerah menjadikan Mars dan Hymne Kutai Kartanegara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan resmi.
Ia mengimbau kedua lagu tersebut tidak sekadar dinyanyikan, tetapi juga dihayati sebagai penyemangat bersama dalam membangun daerah.
“Kami sudah memerintahkan kepada seluruh instansi yang ada di Kabupaten Kukar, mari kita jadikan hymne dan mars ini sebagai pelengkap ketika kita melakukan acara-acara di tempat kita,” jelasnya.
Aulia menyebut kemampuan pejabat menyanyikan Mars dan Hymne Kutai Kartanegara juga menjadi salah satu bentuk evaluasi terhadap kecintaan mereka kepada daerah.
Ia bahkan memberi peringatan kepada pejabat eselon II dan kepala dinas yang tidak mampu menghafal kedua lagu tersebut.
“Kalau seandainya para pejabat tidak bisa menyanyikan mars dan hymne, kami tidak segan-segan untuk mencopot pejabat tersebut,” pungkasnya dengan nada bercanda. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



