Penajam Paser Utara

Wakil Bupati PPU Dorong Zakat Jadi Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin (Ist)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pemanfaatan zakat, infak dan sedekah (ZIS) tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial. Potensi dana umat tersebut diharapkan semakin diarahkan pada program pemberdayaan yang mampu membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin saat melakukan audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Baznas Kaltim, Kamis (8/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Abdul Waris didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten PPU Hendro Susilo. Rombongan diterima Ketua Baznas Provinsi Kaltim Ahmad Nabhan bersama jajaran pimpinan Baznas Kaltim.

Baca  Menanggulangi Alih Fungsi Lahan di Babulu, Sujiati Usulkan Solusi Pengairan

Abdul Waris menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan program kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan ZIS yang terarah dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong mereka menjadi lebih produktif.

“Kolaborasi dengan Baznas sangat penting karena memiliki tujuan yang sejalan dengan berbagai program pemerintah daerah. ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat diarahkan pada pemberdayaan yang membuat penerima manfaat semakin mandiri,” ujar Abdul Waris.

Menurutnya, pendekatan pemberdayaan perlu diperkuat agar manfaat ZIS tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Program yang disusun juga perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di PPU sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak yang terukur.

Baca  Pemkab PPU Ajak Pemuda Muhammadiyah Ambil Peran dalam Pencegahan Karhutla

Selain pemberdayaan ekonomi, pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi dalam pengelolaan serta pemanfaatan zakat, infak dan sedekah. Prinsip transparansi dan ketepatan sasaran menjadi perhatian agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat tetap terjaga.

“Yang kita inginkan adalah program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Pemkab PPU dengan Baznas harus semakin kuat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” katanya.

Audiensi juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai peluang pengembangan program sosial antara Pemkab PPU dan Baznas Kaltim. Ke depan, program yang dirancang diharapkan dapat melengkapi intervensi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan dukungan ekonomi.

Baca  Safari Ramadan di Babulu Laut, Bupati PPU Tegaskan Komitmen Pemerintah Serap Aspirasi Warga

Pertemuan turut dihadiri Wakil Ketua I Baznas Kaltim Miswan Thahadi, Wakil Ketua II Abdurrahman AR, Wakil Ketua III Badrus Syamsi, serta Wakil Ketua IV Achmad Suparno. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi dalam menindaklanjuti peluang kerja sama yang telah dibahas.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemkab PPU berharap ZIS dapat semakin optimal sebagai instrumen sosial sekaligus pemberdayaan. Dengan pengelolaan yang transparan, tepat sasaran dan berkelanjutan, dana umat diharapkan mampu membantu masyarakat keluar dari ketergantungan terhadap bantuan dan secara bertahap meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. (Adv/Rir)

Related Articles

Back to top button