
Editorialkaltim.com – DPRD Kota Samarinda mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang menggelontorkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk merampungkan pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob Batalyon B Pelopor di Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah menilai, dukungan anggaran tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fasilitas penunjang keamanan. Kehadiran markas baru diharapkan mampu meningkatkan kesiapan personel Brimob dalam menjalankan tugas.
“Kita mengapresiasi Pemerintah Kota Samarinda yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan batalyon ini. Dengan adanya gedung baru ini, bisa memaksimalkan kinerjanya dalam menjaga ketertiban dan keamanan, serta mengamankan Kota Samarinda,” kata Helmi, Kamis (8/10/2026).
Helmi mengatakan, keberadaan fasilitas yang lebih memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang efektivitas kerja aparat keamanan. Terlebih, Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur membutuhkan dukungan pengamanan yang optimal seiring perkembangan wilayah dan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, pembangunan markas tersebut bukan sekadar menghadirkan gedung baru, melainkan juga menjadi upaya memperkuat pelayanan keamanan bagi masyarakat.
Meski demikian, Helmi mengingatkan peningkatan fasilitas harus diimbangi dengan kualitas pelayanan dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Ia berharap sarana baru tersebut benar-benar memberikan dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dukungan pemerintah daerah, lanjutnya, perlu dimanfaatkan secara maksimal agar personel Brimob semakin responsif menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
“Sehingga suasana Kota Samarinda semakin aman dan tertib dengan hadirnya fasilitas dari batalyon ini,” ujarnya.
Pembangunan Mako Brimob Batalyon B Pelopor mendapat dukungan sekitar Rp5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda. Dana tersebut dialokasikan untuk menyelesaikan pembangunan gedung sekaligus melengkapi kebutuhan interior.
Bangunan markas baru itu berdiri di atas lahan seluas 524,67 meter persegi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas operasional personel sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih representatif.
Pembangunan markas baru juga berkaitan dengan kondisi fasilitas sebelumnya yang kerap terdampak banjir ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Situasi itu menjadi salah satu perhatian Pemkot Samarinda dalam mendukung penyediaan sarana yang lebih layak.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, aktivitas personel diharapkan tidak lagi terganggu persoalan banjir seperti yang terjadi di markas sebelumnya.
DPRD Samarinda berharap investasi anggaran daerah tersebut memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat kesiapsiagaan aparat serta menciptakan situasi kota yang semakin aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



