TPA Buluminung Diperkirakan Bertahan 1,5 Tahun

Editorialkaltim.com – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diperkirakan masih mampu menampung sampah hingga 1,5 tahun ke depan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU pun menyiapkan sejumlah opsi untuk memperpanjang umur layanan TPA tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU Kamaruddin mengatakan, rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA Buluminung mencapai 51,34 ton per hari atau sekitar 1.538,52 ton per bulan. Angka tersebut berdasarkan data per 23 Agustus 2026.
“Kalau tidak ada intervensi apa pun, Zona II yang sekarang aktif diperkirakan bisa bertahan sekitar 1,5 tahun. Kurang lebih sampai 2028 kalau ketinggian timbunan tetap seperti sekarang,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (26/8/2026).
Zona II TPA Buluminung memiliki luas sekitar 1,1 hektare, sedangkan Zona I seluas 0,7 hektare. Secara keseluruhan, luas lahan TPA mencapai sekitar 18,9 hektare. Ketinggian timbunan sampah saat ini berkisar 12 hingga 15 meter.
Menurut Kamaruddin, umur layanan Zona II masih dapat diperpanjang dengan menambah ketinggian timbunan. Pengurangan sampah dari sumber juga menjadi langkah yang dapat dilakukan dalam waktu dekat, salah satunya melalui optimalisasi Bank Sampah Unit di masyarakat.
“Semakin besar sampah yang dikelola di Bank Sampah Unit, maka sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang. Ini salah satu langkah yang cepat untuk mengantisipasi zona aktif overload,” jelasnya.
Kamaruddin menambahkan, jika ketinggian timbunan ditambah, umur layanan Zona II diperkirakan dapat mencapai sekitar dua tahun. Pembukaan zona baru juga menjadi alternatif untuk menambah kapasitas, tetapi masih bergantung pada ketersediaan anggaran daerah.
“Kalau memang ada dananya, pembukaan zona baru bisa menjadi pilihan untuk menambah kapasitas. Tetapi saat ini belum ada rencana pengusulan ke pemerintah kabupaten karena kita juga melihat kondisi anggaran,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala DLH PPU Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan, pemerintah daerah masih berharap pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Buluminung dapat dilanjutkan. Pembangunan tersebut sebelumnya direncanakan dengan anggaran sekitar Rp117 miliar, tetapi tertunda akibat kebijakan anggaran pemerintah pusat.
“Kita berharap mudah-mudahan 2027 ada kabar baik. Karena pembangunan TPST juga menjadi salah satu bagian dari solusi untuk pengelolaan sampah kita ke depan,” kata Kuncoro.
Saat ini, operasional TPA Buluminung didukung 17 truk pengangkut sampah roda enam (R6), dua mobil penjemput sampah roda empat (R4), dua ekskavator, satu buldoser, dan enam motor roda tiga. DLH PPU terus mengoptimalkan kapasitas yang tersedia sembari menunggu kepastian pembangunan TPST dan langkah lanjutan untuk memperpanjang umur layanan TPA. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



