KaltimKukar

Open Race Perahu Ketinting Meriahkan Loa Kulu

Beberapa Kapal Ketinting yang berpartisipasi mengikuti Open Race Perahu Ketinting 2026 (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Open Race Perahu Ketinting kembali digelar di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Perlombaan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Desa Loa Kulu Kota yang rutin digelar setiap tahun.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Loa Kulu Hairudin Nata mengatakan, open race tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya melestarikan kearifan lokal dan tradisi masyarakat yang erat kaitannya dengan Sungai Mahakam.

“Tujuannya untuk melestarikan kearifan lokal dan juga tradisi kita yang memiliki kekayaan Sungai Mahakam ini,” ujar Hairudin, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Hairudin, perlombaan tersebut terbuka bagi peserta dari berbagai daerah. Konsep open race memberikan kesempatan kepada masyarakat dari luar Desa Loa Kulu Kota untuk ikut berpartisipasi dan meramaikan perlombaan.

“Karena ini open race, jadi dibuka selebar-lebarnya. Sebenarnya dari daerah lain ada juga yang akan mengikuti open race ini,” ujarnya.

Open Race Perahu Ketinting berlangsung selama dua hari, 15-16 Agustus 2026. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini diharapkan mampu menarik masyarakat dari berbagai wilayah untuk menyaksikan olahraga tradisional yang berkembang di kawasan Sungai Mahakam.

Hairudin menyebut pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai unsur. Mulai dari puskesmas, Palang Merah Indonesia (PMI), pemuda, ketua RT, hingga masyarakat yang menggemari perahu ketinting.

“Dari puskesmas, kemudian dari PMI, terus pemuda-pemuda yang ada di Desa Loa Kulu Kota, ketua RT, dan seluruh lapisan masyarakat yang menggemari perahu ketinting ini mendukung semua,” tuturnya.

Ia berharap penyelenggaraan Open Race Perahu Ketinting tahun depan bisa digelar lebih meriah dengan cakupan yang lebih luas. Bahkan, kegiatan tersebut diharapkan tak hanya menjadi agenda desa, tetapi berkembang menjadi agenda resmi tingkat kabupaten hingga nasional.

“Harapan kami agenda tahun depan bisa lebih meriah lagi dan lebih luas lagi. Bukan hanya terfokus pada agenda Desa Loa Kulu, tetapi ke depan ini bisa menjadi agenda tahunan yang teragendakan di kabupaten, provinsi, bahkan mungkin nasional,” katanya.

Melalui penyelenggaraan rutin, Open Race Perahu Ketinting diharapkan semakin dikenal masyarakat luas sekaligus menjadi sarana menjaga kekayaan budaya Sungai Mahakam agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button