KaltimSamarinda

Sindikat Tiket Palsu Stadion Segiri Dibongkar, Polisi Ungkap 170 Tiket Hasil Duplikasi

Pelaku sindikat tiket palsu di tangkap (Foto: Humas Polresta Samarinda)

Editorialkaltim.com – Praktik peredaran tiket palsu pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, akhirnya terbongkar. Polsek Samarinda Kota mengungkap sindikat pemalsuan tiket yang memanfaatkan tingginya animo penonton laga big match tersebut.

Kasus ini mencuat usai banyak suporter gagal masuk stadion karena barcode tiket tidak dapat dipindai petugas saat pertandingan berlangsung, Minggu (10/5/2026). Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga menangkap empat pelaku berinisial AR (24), RRLOS (24), I (45), dan UA (42).

Pengungkapan kasus diumumkan dalam konferensi pers, Rabu (13/5/2026), di Mako Polsek Samarinda Kota. Polisi menyebut para pelaku menggandakan tiket asli lalu menjualnya kembali kepada masyarakat sekitar Stadion Segiri.

Baca  850 Ribu Ton Sampah di Kaltim, 19 Persennya Plastik

Kapolsek Samarinda Kota Kompol IGN Adi Suarmita mengatakan sindikat tersebut hanya bermodal satu tiket resmi untuk memproduksi ratusan tiket palsu menggunakan barcode hasil pemindaian.

“Pelaku membeli satu tiket resmi, lalu memindai barcode dan mencetak ulang ratusan lembar demi mendapatkan keuntungan cepat pertandingan,” ujarnya.

Menurut Adi, tiket asli dibeli seharga Rp80 ribu. Setelah dipindai, barcode dicetak ulang hingga menjadi 170 lembar tiket palsu. Tiket itu kemudian diedarkan menjelang pertandingan dengan harga berbeda sesuai permintaan penonton.

Baca  DPRD Kaltim All Out Dukung Pembangunan Sirkuit Permanen di Berau, Bidik Hapus Balap Liar!

Aksi tersebut membuat banyak suporter tertahan di pintu masuk Stadion Segiri karena sistem pendeteksi barcode menolak tiket duplikat. Situasi itu sempat memicu kebingungan di area pemeriksaan penonton.

“Kami menerima laporan banyak penonton tertahan pintu stadion akibat barcode tiket tidak terbaca sistem pemeriksaan petugas lapangan malam itu,” katanya.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita 48 lembar tiket palsu yang belum terjual, empat unit telepon genggam, serta sejumlah uang tunai hasil transaksi penjualan tiket ilegal.

Polisi menilai tingginya euforia laga Persija melawan Persib dimanfaatkan sindikat tersebut demi meraup keuntungan cepat. Masyarakat pun diminta lebih waspada dan hanya membeli tiket dari jalur resmi penyelenggara pertandingan.

Baca  Pjs Bupati Kukar Sampaikan Nota Keuangan Rancangan Perda APBD Tahun Anggaran 2025

“Penonton sepak bola diminta membeli tiket resmi agar terhindar penipuan, terutama saat pertandingan besar dengan antusiasme suporter tinggi,” tutupnya.

Kini seluruh tersangka masih menjalani proses hukum lebih lanjut di Polsek Samarinda Kota dan dijerat Pasal 492 juncto Pasal 20 huruf c KUHPidana.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button