KaltimPenajam Paser Utara

Penyebab Kebakaran yang Tewaskan Dua Anak di Sungai Parit Masih Diselidiki

Kepala DPKP PPU Fernando Simanjuntak (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Penyebab kebakaran yang menewaskan dua anak di RT 06, Kelurahan Sungai Parit, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih belum diketahui. Kepolisian masih menyelidiki pemicu kebakaran tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU juga belum dapat memastikan sumber api. Kepala DPKP PPU Fernando Simanjuntak mengatakan, pihaknya tidak memiliki tenaga investigator kebakaran bersertifikat untuk melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.

“Kami di Damkar belum memiliki tenaga ahli investigator. Jadi, kami juga tidak berani menyimpulkan penyebab kebakaran,” kata Fernando.

Menurut Fernando, penyelidikan penyebab kebakaran menjadi kewenangan kepolisian. Sementara itu, petugas Damkar berfokus pada penyelamatan korban, pemadaman api, serta mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain.

Baca  Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Jadi Payung Hukum Pergub Tentang Bantuan Pendidikan

“Tugas kami hanya pada tindakan penyelamatan dan pemadaman kebakaran,” ujarnya.

Fernando mengatakan, api sudah membesar ketika laporan kebakaran diterima petugas. Kobaran api bahkan terlihat dari kejauhan. Kondisi tersebut membuat petugas memprioritaskan pengendalian api agar kebakaran tidak meluas ke permukiman warga.

“Saat kami menerima laporan, api sudah terlihat besar, bahkan dari kejauhan,” katanya.

Ia menyebut sejumlah kondisi diduga membuat api cepat membesar. Bangunan yang didominasi material kayu, cuaca panas, dan angin kencang dinilai mempercepat penyebaran api.

Baca  IPSI Kaltim Gelar Muskerprov 2025, Dispora Dorong Penyusunan Roadmap PON

Selain itu, petugas menduga terdapat bahan bakar minyak (BBM) atau tabung gas di dalam rumah. Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab awal kebakaran.

Di tengah proses pemadaman, petugas juga berupaya mencari dua anak yang diduga masih berada di dalam rumah. Pencarian terkendala karena posisi korban tidak diketahui, sementara kobaran api disertai beberapa ledakan.

Salah seorang personel Damkar sempat masuk ke bangunan untuk mencari korban. Namun, upaya tersebut terpaksa dihentikan setelah kembali terjadi ledakan.

Baca  Jalan Merimun–Muara Batuq Dikebut, Pemkab Kubar Gandeng Perusahaan Tambang

“Anggota saya sempat naik ke atas untuk mencari. Namun, tiba-tiba terjadi ledakan lagi sehingga dia langsung melompat turun,” tutur Fernando.

Seorang personel Damkar juga sempat tersengat aliran listrik dari kabel yang putus saat proses pemadaman. Personel tersebut berhasil dievakuasi dan kondisinya telah membaik.

Fernando menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya dua anak dalam kebakaran tersebut.

“Sangat memprihatinkan,” tutupnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button