
Editorialkaltim.com – Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong Perumda Varia Niaga lebih agresif mengoptimalkan aset daerah yang belum produktif. Langkah ini dinilai bisa membuka sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi mengatakan kontribusi Varia Niaga terhadap PAD terus menunjukkan peningkatan. Setoran perusahaan daerah itu tercatat melonjak dalam tiga tahun terakhir.
“Untuk pendapatan asli daerah sudah kelihatan. Tahun 2024 sekitar Rp400 juta, 2025 menjadi Rp500 juta, dan tahun ini sudah sekitar Rp2,5 miliar. Artinya sudah signifikan,” ujar Iswandi, Senin (13/7/2026).
Meski mengalami peningkatan, Komisi II masih memberikan sejumlah catatan terhadap kinerja dan laporan keuangan Varia Niaga. Salah satunya terkait aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang belum dimanfaatkan secara produktif.
DPRD berencana mempertemukan Varia Niaga dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pertemuan itu akan membahas pemanfaatan aset menganggur sekaligus peluang pengembangan bisnis baru.
“Kami akan dudukkan Varia Niaga bersama BPKAD dan OPD terkait untuk membahas aset-aset yang masih idle serta konsep bisnis apa lagi yang bisa dikembangkan tanpa melanggar regulasi,” katanya.
Iswandi mengatakan Varia Niaga tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan bagi daerah. Perusahaan tersebut juga memiliki peran strategis dalam mendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Karena itu, ia meminta Varia Niaga menjaga keseimbangan antara fungsi pelayanan publik dan orientasi bisnis.
Sejumlah unit usaha yang telah dijalankan, mulai layanan ASIS, parkir, Kos Syariah, hingga peternakan ayam petelur, dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan.
Namun, berdasarkan laporan yang diterima Komisi II, sektor jasa terkait aktivitas perairan Sungai Mahakam masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Potensi tersebut dinilai masih terbuka untuk dikembangkan lebih jauh.
“Tujuan akhirnya adalah peningkatan PAD tanpa membebani masyarakat. Itu yang menjadi fokus kami,” tegasnya.
Komisi II berharap Varia Niaga segera menyusun peta jalan bisnis yang lebih terarah dan terintegrasi dengan kebijakan Pemkot Samarinda. Optimalisasi aset daerah dan pengembangan unit usaha potensial diharapkan mampu memperbesar kontribusi perusahaan terhadap PAD.
Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Varia Niaga sebagai salah satu motor penggerak kemandirian fiskal Kota Samarinda. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



