KaltimSamarinda

Efisiensi Anggaran Batasi Pembinaan UMKM Samarinda, Bapperida Soroti Target 48 Ribu Usaha


Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Kota Samarinda, Wahyuni Nadjar (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Kebijakan efisiensi anggaran di berbagai tingkatan pemerintahan turut menjadi tantangan bagi pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tepian.

Keterbatasan anggaran membuat ruang gerak sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendampingi pelaku usaha, mendorong inovasi, hingga mengembangkan program pemberdayaan menjadi semakin terbatas.

Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Kota Samarinda, Wahyuni Nadjar, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi agar UMKM tetap bertahan dan berkembang.

“UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah, meskipun aktivitasnya tidak selalu terlihat secara langsung dalam skala besar,” ucapnya saat memberikan sambutan mewakili panitia dalam kegiatan sharing session bertema “Tetap Cuan di Tengah Badai: Seni Bertahan UMKM di Samarinda”, Kamis (5/11/2026).

Baca  Syarat & Kuota Beasiswa Bontang 2024 untuk Mahasiswa D3 hingga S3

Menurut Wahyuni, keberadaan puluhan ribu pelaku usaha tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang perlu terus diperkuat, terutama ketika kondisi ekonomi menghadapi tekanan.

“Tanpa adanya UMKM, perekonomian di Kota Samarinda tidak akan bisa melaju dengan baik,” ucapnya.

Ia menjelaskan jumlah UMKM di Samarinda saat ini masih berada di kisaran 47 ribu usaha. Angka tersebut belum mencapai target sekitar 48 ribu UMKM yang diharapkan pada 2026.

Baca  Gelar Sosraperda, Markaca Sebut Warga Kerap Jadi Korban Pembukaan Lahan

“Saya berharap pelaku usaha tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan bisnis, tetapi juga menemukan strategi untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas peluang pasar,” jelas Wahyuni.

Selain itu, Wahyuni menyebut tantangan yang dihadapi UMKM juga berkaitan dengan kesenjangan kemampuan pengelolaan usaha antara pelaku usaha kecil dan perusahaan besar.

Di sisi pemasaran, sebagian UMKM masih mengandalkan penjualan secara konvensional, sementara yang lain mulai memanfaatkan platform digital. Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dibahas agar pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi dengan perkembangan pasar.

Baca  RSUD Kutai Barat Ditarget Groundbreaking 2027

Karena itu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang promosi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

“Harapannya, UMKM kita bisa terus bertahan dan bertumbuh serta menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mendorong kemajuan Kota Samarinda,” pungkasnya.(ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button