
Editorialkaltim.com – Aktivitas bekerja setiap hari kerap membuat seseorang kurang memperhatikan kondisi kesehatannya. Padahal, pemeriksaan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui potensi gangguan kesehatan sejak dini.
Berangkat dari kepedulian tersebut, UPTD Puskesmas Mangkupalas menggelar skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) bagi para pengrajin ketupat di Jalan Mangkupalas, RT 14, Kelurahan Mesjid, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Pengikat atau kelompok pengrajin ketupat tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mendeteksi faktor risiko PTM.
“Melalui kegiatan skrining ini, kami ingin meningkatkan kesadaran para pekerja agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Deteksi dini penting dilakukan sehingga faktor risiko penyakit tidak menular dapat diketahui lebih awal,” ungkap Kepala UPTD Puskesmas Mangkupalas, drg. Rika Ratna Puspita, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan serta skrining terhadap sejumlah faktor risiko PTM.
Pemeriksaan ini bertujuan memperoleh gambaran kondisi kesehatan para pengrajin ketupat sehingga potensi masalah kesehatan dapat dikenali dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Rika menjelaskan, kelompok pekerja menjadi salah satu sasaran penting dalam kegiatan promotif dan preventif.
Menurutnya, kesibukan menjalankan pekerjaan sehari-hari tidak seharusnya membuat masyarakat mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kami berharap para pengrajin tetap memperhatikan kesehatannya di tengah aktivitas pekerjaan. Jangan menunggu muncul keluhan untuk memeriksakan diri, karena pemeriksaan rutin merupakan salah satu langkah menjaga kesehatan,” jelasnya.
Melalui kegiatan di Pos UKK Pengikat tersebut, Puskesmas Mangkupalas juga berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di lingkungan kerja.
Dengan hadirnya pelayanan kesehatan secara langsung di lokasi, para pekerja diharapkan lebih mudah mengakses pemeriksaan tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan dalam waktu lama.
Rika berharap kegiatan skrining faktor risiko PTM dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat.
Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan berkala, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan berisiko menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyakit tidak menular.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada pemeriksaan saja, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Semakin dini faktor risiko diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan,” tutup Rika. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



