BontangKaltim

Cegah Blackout, PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Bontang

Manager PT PLN (Persero) UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – PT PLN (Persero) menerapkan pemadaman listrik bergilir di Bontang untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan mencegah terjadinya pemadaman total atau blackout.

Kebijakan ini menyusul defisit pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, mengatakan defisit terjadi akibat gangguan di sejumlah pembangkit listrik, sementara beberapa pembangkit lainnya masih menjalani pemeliharaan.

Empat pembangkit yang sebelumnya menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kini telah kembali beroperasi normal. Namun, gangguan baru terjadi di pembangkit Senipah dan Indo Eka. Selain itu, pembangkit GPK di Bontang masih menjalani pemeliharaan.

Baca  DPRD Dorong Bontang Lebih Agresif Gaet Investor

“Pengaturan beban ini dilakukan untuk mencegah supaya dampaknya tidak meluas, tidak sampai blackout,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Luddie menjelaskan kondisi tersebut tidak hanya berdampak di Bontang, tetapi juga Balikpapan dan Samarinda. Pasalnya, seluruh pembangkit terhubung dalam satu sistem interkoneksi sehingga pasokan listrik tidak dapat dikhususkan untuk satu daerah.

“Tidak bisa hanya spesifik diberikan ke Bontang. Karena pembangkit ini terhubung langsung dengan sistem interkoneksi, sehingga penyalurannya mengikuti pola operasi sistem,” jelasnya.

Baca  Pelantikan Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Ridwan Tasa Resmi Dilantik Sebagai Ketum Terpilih

PLN menargetkan pembangkit GPK kembali beroperasi pertengahan November 2026. Namun, Luddie mengakui target tersebut berpotensi mengalami keterlambatan karena GPK merupakan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

“Kami harapkan GPK bisa selesai dan kembali menyuplai listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan Timur pada pertengahan November,” katanya.

Sementara itu, terkait kepastian berakhirnya pemadaman bergilir dan normalisasi pasokan listrik, Luddie belum dapat memastikan tanggalnya. Menurutnya, gangguan pembangkit dapat terjadi sewaktu-waktu di luar jadwal pemeliharaan yang telah direncanakan.

Baca  Bupati Aulia Sebut Tanpa Media Kerja Pemkab Kukar Tak Akan Terlihat Masyarakat

“Saya tidak bisa menjanjikan kapan pastinya bisa kembali normal karena gangguan pada pembangkit bisa terjadi sewaktu-waktu di luar perencanaan,” pungkasnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button