KaltimPenajam Paser Utara

Disbudpar PPU Matangkan Persiapan Festival Belian Adat Nondoi

Kepala Disbudpar Kabupaten PPU, Safwana (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan persiapan Festival Belian Adat Nondoi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Festival budaya tahunan masyarakat suku Paser ini disiapkan dengan total anggaran Rp300 juta.

Festival Belian Adat Nondoi merupakan tradisi masyarakat suku Paser berupa ritual adat untuk membersihkan kampung atau menolak bala. Tradisi yang dikenal sebagai mencuci kampung tersebut terus dilestarikan melalui penyelenggaraan festival budaya setiap tahun.

Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan sejumlah persiapan masih dilakukan menjelang pelaksanaan festival. Pihaknya juga menjadwalkan rapat finalisasi pada 2 November 2026 dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Baca  Pj Gubernur Kaltim Serukan Partisipasi Aktif Warga di Pilkada Serentak 2024

“Rapat finalisasi terakhir di tanggal 2 nanti. Kami mengundang SKPD, temasuk IO-nya dan LAP, untuk mematangkan persiapan,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (29/10/2026).

Menurut Safwana, rangkaian Festival Belian Adat Nondoi tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, terdapat satu agenda tambahan yang telah disiapkan.

Agenda tersebut berupa pemberian penghargaan kepada pihak tertentu yang akan diserahkan oleh Bupati PPU sebagai bagian dari rangkaian kegiatan festival.

“Kegiatannya sebenarnya ada satu saja tambahan. Yang tambahan hanya pemberian penghargaan kepada pihak tertentu oleh Bupati PPU,” lanjutnya.

Baca  Tering–Ujoh Bilang Ditarget Rampung 2027, Warga Kubar–Mahulu Segera Nikmati Jalan Lancar

Selain ritual adat, festival tersebut juga akan menghadirkan pertunjukan seni tari yang melibatkan anak-anak sekolah. Kegiatan ini disiapkan melalui kerja sama dengan salah satu sanggar tari.

Safwana menjelaskan, pertunjukan tersebut masuk dalam rangkaian acara tambahan dengan alokasi anggaran sekitar Rp50 juta.

Sementara itu, total anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan Festival Belian Adat Nondoi 2026 mencapai Rp300 juta. Anggaran tersebut bersumber dari APBD murni dan Perubahan APBD 2026.

“Yang dimurnikan ada Rp200 juta, kemudian Rp100 juta masuk diperubahan,” jelasnya.

Baca  Pemkab PPU dan Korem 091/ASN Gelar Penanaman Padi Metode Tabela

Ia menambahkan, tambahan anggaran melalui Perubahan APBD telah memperoleh persetujuan dan penandatanganan dari DPRD PPU. Dengan demikian, tahapan persiapan festival dapat dilanjutkan sesuai ketentuan penganggaran yang berlaku.

Disbudpar PPU berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga pelaksanaan Festival Belian Adat Nondoi 2026 berjalan lancar.

Festival ini juga diharapkan menjadi sarana pelestarian tradisi masyarakat suku Paser sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button