BBI Nenang Didorong Jadi UPT, PPU Ingin Penuhi Kebutuhan Benih Ikan Lokal

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Balai Benih Ikan (BBI) Nenang, Kecamatan Penajam, segera dikembangkan menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Langkah ini diharapkan memperkuat penyediaan benih ikan air tawar berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto mengatakan, BBI Nenang selama ini menjadi perpanjangan tangan Dinas Perikanan dalam mendukung pengembangan perikanan budidaya. Ke depan, fasilitas tersebut diharapkan memiliki peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan benih bagi pembudidaya lokal.
“Balai benih ikan kita yang ada di Nenang ini adalah perpanjangan tangan dari dinas. Harapan kami segera dijadikan UPT, sehingga masyarakat tidak lagi dibuat pusing untuk mencari bibit-bibit ikan air tawar yang unggul,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (2/10/2026).
Andi menyebut sejumlah komoditas ikan air tawar, seperti nila dan lele, berpotensi dikembangkan melalui BBI Nenang. Ketersediaan benih lokal dinilai semakin penting seiring pertumbuhan usaha budidaya ikan di PPU.
“Yang bisa kita kembangkan di balai itu salah satunya nila, lele, mungkin ada ikan-ikan lainnya. Harapannya BBI Nenang bisa menyediakan kebutuhan benih ikan yang diinginkan para pembudidaya,” katanya.
Menurutnya, jumlah pembudidaya ikan di PPU terus bertambah. Kondisi tersebut menunjukkan potensi perikanan budidaya air tawar memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber ekonomi masyarakat.
“Kalau dihitung secara pastinya belum bisa kita ketahui, tetapi yang jelas setiap hari dan setiap bulan para pembudidaya kita semakin bertumbuh dan berkembang. Ini menjadi dasar bahwa potensi produksi ikan air tawar sangat diminati masyarakat Penajam Paser Utara,” ujarnya.
Pengembangan BBI Nenang juga diarahkan untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah. Benih hasil produksi diharapkan memiliki harga terjangkau dengan kualitas yang mampu menunjang pertumbuhan ikan milik pembudidaya.
“Harapan kita nanti kita memproduksi ikan dengan harga yang murah dan terjangkau oleh para pembudidaya. Ikan yang berkualitas nantinya bisa memberikan percepatan pertumbuhan,” imbuhnya.
Andi menilai produksi ikan secara mandiri diperlukan agar potensi perikanan PPU tidak bergantung terhadap pasokan daerah lain. Apalagi, kebutuhan ikan lokal tidak hanya berasal dari pasar, tetapi juga warung makan hingga kolam pemancingan.
“Jangan sampai nanti kita punya potensi, tetapi ikannya masih kita datangkan dari luar. Hal ini yang kita antisipasi. Kita juga bisa memproduksi ikan kita sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat kini mulai memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk membuat kolam ikan. Selain membuka peluang usaha, aktivitas tersebut dinilai turut mendukung ketahanan pangan daerah.
“Sekarang masyarakat kita sudah mulai banyak yang membuat kolam-kolam, terutama di sekitar rumahnya. Ini dalam rangka menjaga ketahanan pangan di PPU,” tutupnya.
Penguatan BBI Nenang menjadi UPT diharapkan membuat penyediaan benih hingga pengembangan budidaya ikan semakin optimal. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan ikan lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat PPU. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



