KaltimSamarindaZona Kampus

WR 3 Unmul Beri Alarm, BEM KM Terancam Dibekukan

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Moh. Bahzar (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Moh. Bahzar, memberi peringatan keras kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul. Ia membuka kemungkinan membekukan organisasi tersebut jika terbukti melakukan pelanggaran berat.

Peringatan itu muncul setelah BEM KM Unmul diterpa sejumlah persoalan. Mulai dari hilangnya dana bantuan korban bencana hingga temuan botol yang disebut sebagai botol minuman keras di sekretariat organisasi.

Bahzar menilai persoalan tersebut bertentangan dengan nilai integritas yang semestinya dijunjung organisasi kemahasiswaan.

“BEMnya akan saya bubarkan semua, gitu aja. Apa kita bekukan BEM-nya?” ujar Bahzar, Selasa (22/9/2026).

Baca  Dispora Kaltim Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Nutrisi untuk Atlet Pra POPNAS

Menurut Bahzar, BEM KM memiliki posisi sebagai representasi gerakan mahasiswa di lingkungan kampus. Karena itu, pengurus BEM KM semestinya mampu menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa lainnya.

“Anak bangsa ini harus punya integritas. Jangan membuat satu mengkritik orang, tapi enggak mengkritik diri sendiri. Tegas,” katanya.

Bahzar juga menanggapi temuan sejumlah botol yang diduga merupakan botol minuman keras di sekretariat BEM KM Unmul. Pihak kampus telah meminta penjelasan dari perwakilan organisasi tersebut.

Dari keterangan yang diterima kampus, botol-botol itu disebut sudah lama berada di sekretariat dan hanya dijadikan pajangan. Pengurus yang dimintai keterangan juga mengaku tidak mengetahui asal-usul botol tersebut.

Baca  Bersama dalam Syiar Ramadan, Editorial Kaltim dan Sahabat Misykat Indonesia Teken MoU

Meski demikian, Bahzar memastikan kampus akan menelusuri temuan itu lebih lanjut. Ia berencana mengecek langsung sekretariat BEM KM Unmul.

“Tadi botol miras itu ada informasi dari Topan. Memang itu sudah sejak lama, botol saja, tidak mereka minum katanya. Maka tadi saya, insyaallah besok saya akan turun ke lapangan, anak buah saya seperti apa,” ungkapnya.

Sebelumnya, dana hasil penggalangan bantuan untuk korban bencana di Muara Bengkal, Kutai Timur, sempat hilang setelah disimpan di Sekretariat BEM KM Unmul. Nilainya sekitar Rp12 juta.

Dana tersebut berasal dari aksi penggalangan donasi mahasiswa pada 25 Agustus 2026 di sejumlah titik di Samarinda. Kampus kemudian melakukan investigasi internal setelah dana diketahui hilang.

Baca  Rumah Biliar Ditutup Selama Ramadan Kecuali 23 Rumah Biliar Naungan POBSI

Hasil penelusuran mengarah kepada dua mahasiswa berinisial Z dan T. Z diketahui menjabat Dirjen Sosmas BEM KM Unmul, sedangkan T merupakan Staf Ahli BEM KM Unmul.

Persoalan tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian dan berujung pada proses etik di lingkungan kampus. Keduanya telah mengakui perbuatannya serta mengembalikan dana yang sebelumnya hilang.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button