Pemkab PPU Gandeng ITK Kaji Pemanfaatan Void Tambang untuk Cadangan Air Baku

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuka peluang pemanfaatan riset dan teknologi untuk menjawab sejumlah tantangan pembangunan daerah. Salah satu yang didorong adalah kajian pemanfaatan void atau lubang bekas tambang sebagai alternatif cadangan air baku bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan dokumen antara Pemkab PPU dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Ruang Auditorium Kampus ITK, Balikpapan. Penandatanganan dilakukan Rektor ITK Agus Rubiyanto bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten PPU Nicko Herlambang.
Nicko mengatakan PPU memiliki sejumlah peluang dalam melakukan penataan pembangunan, terutama seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, daerah juga masih menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan solusi jangka panjang.
“PPU saat ini relatif memiliki kemudahan dalam melakukan penataan pembangunan dibandingkan sejumlah kawasan perkotaan. Meski demikian, masih ada persoalan yang perlu menjadi perhatian, seperti PAUD, pengolahan air limbah domestik, hingga ketercukupan sumber daya air,” ujar Nicko.
Khusus persoalan ketersediaan air, Pemkab PPU berharap kemampuan akademik dan penelitian ITK dapat membantu menghasilkan alternatif solusi yang dapat diterapkan. Salah satunya dengan mengkaji kelayakan void tambang untuk dimanfaatkan sebagai sumber cadangan air baku.
“Kami berharap kerja sama dengan ITK dapat ditindaklanjuti melalui penelitian mengenai pemanfaatan void tambang di PPU. Potensinya perlu dikaji agar ke depan memungkinkan digunakan sebagai salah satu cadangan air baku,” katanya.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi tersebut tidak hanya diarahkan pada persoalan infrastruktur dan sumber daya alam. Pemkab PPU juga ingin kerja sama menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan kualitas SDM, lanjut Nicko, telah menjadi salah satu prioritas dalam visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU. Pemerintah daerah juga menyiapkan program beasiswa bagi masyarakat sebagai salah satu langkah memperluas kesempatan memperoleh pendidikan.
Penandatanganan kerja sama dirangkai dengan kuliah tamu bertema “Pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai Gerbang Nusantara”. Dalam kesempatan tersebut, Nicko berdialog dengan mahasiswa mengenai peluang sekaligus tantangan pembangunan PPU sebagai daerah yang sebagian wilayahnya menjadi bagian dari pembangunan IKN.
Sementara itu, Rektor ITK Agus Rubiyanto menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi Pemkab PPU dan ITK dapat membuka ruang lebih luas bagi kalangan akademisi untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berkembang menjadi kajian dan program konkret yang mampu menjawab kebutuhan daerah. Dengan dukungan perguruan tinggi, Pemkab PPU berharap pembangunan dapat semakin berbasis riset, teknologi dan kebutuhan nyata masyarakat. (Adv/Rir)



