Nasional

BGN Ultimatum SPPG! Kasus Keracunan Kini Masuk Kategori Fatal

Kepala BGN Sudaryono (Foto: Dok BGN)

Editorialkaltim.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah keras menyusul munculnya kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai sekarang, setiap kasus keracunan tak lagi dikategorikan sebagai kejadian menonjol, melainkan kejadian fatal yang berujung pada sanksi tegas bagi pengelola dapur.

Kebijakan itu diumumkan Kepala BGN Sudaryono usai meninjau langsung penerima manfaat yang terdampak insiden keracunan di Semarang. Bersamaan dengan itu, BGN juga menerapkan prinsip zero tolerance terhadap seluruh insiden keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono menegaskan keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap insiden yang mengancam kesehatan masyarakat akan diperlakukan sebagai persoalan serius.

“Sesuai dengan rapat tadi kami putuskan bahwa keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa seseorang, kondisi kesehatan seseorang. Kami berharap ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir semenjak saya menjadi Kepala Badan,” tegas Sudaryono melalui keterangan resminya.

Tak hanya mengubah status penanganan, BGN juga menetapkan prosedur baru yang lebih ketat. Setiap SPPG yang diduga menjadi sumber keracunan akan langsung dihentikan sementara operasionalnya sembari menunggu hasil investigasi.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hasil uji laboratorium, standar higiene dan sanitasi, kepatuhan terhadap prosedur operasional, hingga evaluasi seluruh personel yang bertugas di dapur.

Jika ditemukan unsur kelalaian, Kepala SPPG dipastikan langsung dicopot dari jabatannya.

“Setiap ada kasus keracunan, dapur atau SPPG langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi apakah terjadi kelalaian atau ada unsur lain. Hasil investigasi itu menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan kebijakan tersebut bukan sekadar memberi efek jera. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk komitmen BGN membangun budaya kerja yang menempatkan keamanan pangan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Program MBG.

“Zero tolerance terhadap kasus keracunan. Ini menyangkut nyawa, kondisi kesehatan, dan keamanan anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” lanjutnya.

BGN memastikan pengawasan terhadap seluruh dapur MBG akan diperketat agar setiap makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan pangan. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala guna mencegah insiden serupa terulang.

Dengan kebijakan baru tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis tak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan jaminan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat di Indonesia.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button