KaltimKukar

MTQ Anggana Digelar di Sungai Mariam, Panggung Masjid Tionghoa Jadi Simbol Toleransi

Editorialkaltim.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-16 Tingkat Kecamatan Anggana resmi digelar di Lapangan Masjid Ar-Riyadhah, Desa Sungai Mariam (Foto: Dok KKN Kolaborasi)

Editorialkaltim.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-16 Tingkat Kecamatan Anggana resmi digelar di Lapangan Masjid Ar-Riyadhah, Desa Sungai Mariam, Selasa (28/7/2026).Tahun ini, penyelenggaraan MTQ tampil berbeda dengan menghadirkan panggung bernuansa Masjid Tionghoa yang didominasi warna merah dan ornamen khas sebagai simbol toleransi serta keberagaman.

Sebanyak delapan kafilah dari Desa Sungai Mariam, Anggana, Kutai Lama, Tani Baru, Sidomulyo, Sepatin, Muara Pantuan, dan Handil Terusan mengikuti ajang yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Para peserta akan bersaing di berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, hafalan Al-Qur’an, Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), pildacil, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan hadis.

Kepala Desa Sungai Mariam yang juga Ketua Panitia MTQ ke-16, Indra Lesmana, bersyukur desanya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini kami dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kecamatan Anggana,” ujarnya.

Baca  Resmikan Gedung Baru UMKT, Ketua PP Muhammadiyah: Islam Harus Bisa Jawab Tantagan Zaman

Pria yang akrab disapa Olonk itu mengatakan kepercayaan tersebut disambut antusias masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

“Antusias masyarakat sangat luar biasa, penuh semangat, penuh haru, dan penuh nuansa religi,” katanya.

Salah satu yang menjadi perhatian pada MTQ kali ini adalah konsep dekorasi panggung yang mengusung tema Masjid Tionghoa. Olonk menjelaskan, tema tersebut dipilih sebagai pesan tentang pentingnya menjaga toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

“Kami mengangkat budaya toleransi. Karena itu panggung dan dekorasi dibuat dengan konsep Masjid Tionghoa sebagai simbol bahwa keberagaman dapat diterima,” jelasnya.

Ia menambahkan, persiapan MTQ melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah desa, perusahaan, pelaku usaha lokal, hingga masyarakat yang bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan acara.

Pelaksanaan MTQ juga mendapat dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Mulawarman dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur yang tergabung dalam Kelompok Amerta Mahakam. Mereka ikut terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Baca  Pulau Kumala Bersolek, Rendi Solihin Optimis Waterboom Selesai Akhir 2023

Salah seorang mahasiswa KKN, Muhammad Zul Haidir Daffari, mengatakan keterlibatan mereka menjadi pengalaman berharga karena dapat belajar langsung bersama masyarakat.

“Sejak tahap persiapan kami membantu menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, berdiskusi mengenai teknis pelaksanaan, dan saat hari H menjalankan tugas masing-masing selama rangkaian MTQ berlangsung,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan banyak pelajaran, terutama dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan merasakan kuatnya budaya gotong royong di Desa Sungai Mariam.

“Selama di Sungai Mariam kami benar-benar merasakan suasana kekeluargaan. Kami belajar membangun komunikasi dengan masyarakat dan ikut terlibat dalam kegiatan yang mungkin jarang kami temui di perkotaan,” ungkapnya.

Ia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa yang sedang menjalankan pengabdian.

Baca  BPS RI Minta Warga Kaltim Terima Petugas Sensus Ekonomi

“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat. Dengan adanya kegiatan bersama, hubungan antara warga, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN bisa semakin erat,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sungai Mariam berharap MTQ terus menjadi wadah pembinaan generasi muda agar semakin mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan seni dan budaya di Kecamatan Anggana.

“Harapan kami, MTQ ini terus dilaksanakan setiap tahun agar dapat mengembangkan potensi anak-anak dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Kami juga berharap kegiatan seni, seperti teater, dapat terus berkembang di Kecamatan Anggana, khususnya di Desa Sungai Mariam,” tutup Olonk.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button