BontangKaltim

DPRD Bontang Pertanyakan Kontribusi Uji KIR, Dishub Sebut Layanan Kini Gratis

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, saat rapat bersama OPD terkait PAD (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi, mempertanyakan optimalisasi layanan uji kendaraan bermotor (KIR) yang telah beroperasi di Kota Bontang.

Pertanyaan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang saat membahas kinerja dan pelayanan sektor transportasi.

Winardi menyoroti keberadaan fasilitas uji KIR yang menurutnya telah berdiri selama beberapa tahun dengan dukungan sarana dan peralatan yang relatif lengkap. Ia pun menanyakan kontribusi layanan tersebut terhadap pendapatan daerah.

Menurutnya, keberadaan layanan uji KIR di Bontang semestinya dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, terutama perusahaan yang mengoperasikan kendaraan angkutan barang dan ekspedisi.

Baca  Dua Item Seragam di Koperasi Sekolah Tak Seragam, Novan Jamin Biaya Bagi Siswa Tak Mampu

“Dulu alasan kendaraan besar harus ke Sangatta, Samarinda, atau Balikpapan untuk uji KIR karena fasilitas di Bontang belum tersedia. Sekarang setahu saya sudah sekitar tiga tahun berjalan dan peralatannya juga sudah lengkap. Saya ingin tahu, apakah ada pemasukan dari layanan ini,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut penting untuk mendukung aktivitas industri dan logistik di Kota Bontang yang terus berkembang.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dishub Bontang, Welly Sakius, menjelaskan bahwa layanan uji kendaraan saat ini tidak lagi dipungut biaya sesuai kebijakan Kementerian Perhubungan.

Baca  SPPG Wajib Kantongi SLHS, Dinkes PPU Targetkan Kepatuhan 80 Persen

“Untuk uji kendaraan sekarang memang sudah gratis. Jadi tidak ada lagi pungutan biaya karena kebijakan tersebut berasal dari Kementerian Perhubungan,” jelas Welly.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan dalam pelayanan untuk kendaraan tertentu, khususnya kendaraan angkutan berat seperti trailer berkapasitas besar.

Menurutnya, peralatan pendukung sebenarnya telah tersedia. Namun, Dishub Bontang masih membutuhkan tenaga penguji dengan kualifikasi tertentu agar dapat melayani seluruh jenis kendaraan secara optimal.

Baca  428 PPPK Resmi Terima SK dan Teken Kontrak Kerja di Disdikbud Kaltim

Lebih lanjut, Welly menambahkan, Dishub terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar pelayanan uji kendaraan di Bontang dapat menjangkau lebih banyak jenis armada, termasuk kendaraan berat yang digunakan sektor industri dan logistik.

“Alatnya ada, tetapi untuk kendaraan trailer dengan kelas tertentu kami masih terkendala tenaga teknis yang memiliki sertifikasi sesuai klasifikasi kendaraan tersebut,” katanya. (lia/ndi/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button