KaltimSamarinda

Pengangguran Masih Jadi PR Samarinda, Job Fair Diminta Lebih Sering

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Harminsyah (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Persoalan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Samarinda. Program pelatihan kerja hingga job fair dinilai perlu diperkuat agar semakin banyak pencari kerja terserap dunia usaha.

Masalah tersebut mencuat dalam pembahasan rencana kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda untuk 2027 bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Harminsyah menilai program yang disusun harus memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Salah satu tolok ukurnya adalah bertambahnya peluang kerja dan menurunnya angka pengangguran.

Baca  Paser Sumbang Tiga Medali untuk Kaltim di Perpanas 2024

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana program-program yang disusun benar-benar mampu membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan sehingga angka pengangguran bisa terus ditekan,” ujar Harminsyah, Rabu (8/7/2026).

Job fair, pelatihan kerja, hingga sertifikasi kompetensi menjadi sejumlah program yang disorot. Program tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha agar keterampilan pencari kerja benar-benar terserap pasar kerja.

Tak hanya soal lapangan pekerjaan, perlindungan terhadap pekerja rentan turut menjadi perhatian. Masih ada pekerja yang belum mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca  Bonus Eks Karyawan Diduga Belum Dibayar, DPRD Samarinda Minta Disnaker Turun Tangan

“Kami meminta agar pekerja rentan bisa semakin banyak yang tercover BPJS Ketenagakerjaan. Memang ada keterbatasan anggaran, tetapi ini tetap harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Frekuensi pelaksanaan job fair juga dinilai perlu ditambah. Selama ini, kegiatan tersebut dinilai masih terbatas, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi lowongan kerja terus meningkat.

“Job fair perlu terus dilaksanakan, bahkan kalau memungkinkan frekuensinya ditambah. Pemerintah juga harus proaktif membangun komunikasi dengan perusahaan agar peluang kerja yang tersedia semakin banyak,” pungkasnya.

Harminsyah menilai komunikasi antara Disnaker dan perusahaan menjadi kunci untuk memperluas peluang kerja. Semakin banyak perusahaan yang terlibat, semakin besar pula kesempatan pencari kerja mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi.

Baca  Pj Gubernur Kaltim Tinjau Kondisi Ruas Jalan Lintas Kubar-Mahulu

Rencana kerja 2027 pun diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program rutin. Pemerintah Kota Samarinda dituntut memastikan pelatihan, sertifikasi, job fair, hingga perlindungan pekerja benar-benar menjawab persoalan ketenagakerjaan di daerah.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button