BGN Bakal Moratorium Dapur Baru dan Evaluasi Penerima MBG

Editorialkaltim.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik Sudaryati Deyang, langsung menyiapkan sejumlah langkah pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dua kebijakan utama yang menjadi fokus awal adalah penghentian sementara pembangunan dapur baru serta evaluasi terhadap jumlah penerima manfaat program yang saat ini mencapai 63 juta orang.
Nanik menyampaikan kebijakan tersebut usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Menurutnya, moratorium pembangunan dapur MBG diperlukan agar BGN dapat melakukan penataan ulang terhadap fasilitas yang sudah beroperasi.
Ia menilai distribusi dapur MBG saat ini belum merata dan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Karena itu, pembangunan dapur baru akan dihentikan sementara hingga proses evaluasi selesai dilakukan.
“Per hari ini, jumlah dapur operasional berdasarkan virtual account mencapai 27.877 dapur. Nah, kita hentikan dulu pembangunan yang baru ke situ, kita tata ulang. Kita evaluasi apakah dapur ini sudah bisa melayani penerima manfaat dengan baik, karena saat ini distribusinya masih menumpuk di Jawa,” kata Nanik dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, BGN akan memetakan kembali kebutuhan dapur di setiap daerah untuk memastikan layanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata. Setelah proses penataan selesai, pemerintah baru akan menentukan kebutuhan pembangunan dapur tambahan.
Selain menata infrastruktur program, Nanik juga berencana mengevaluasi target penerima manfaat MBG yang saat ini mencapai 63 juta orang. Evaluasi dilakukan untuk memastikan program benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.
Kelompok prioritas yang akan menjadi perhatian antara lain ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak usia sekolah dasar. BGN ingin memastikan anggaran yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kita arahkan benar-benar pada anak-anak atau yang memang sangat membutuhkan intervensi gizi ini. Apakah 63 juta ini semuanya butuh, atau sebetulnya bisa dikurangi jumlahnya agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BGN meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG. Nanik menegaskan program tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima, tetapi juga efektivitas manfaat yang dirasakan masyarakat.
Sebagai informasi, Nanik Sudaryati Deyang resmi menjabat Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo juga melantik Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



