Perahu Tenggelam di Perairan Pulau Gusung, Satu Pemancing Tewas

Editorialkaltim.com – Seorang pemancing dilaporkan meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya tenggelam di perairan Pulau Gusung, Kelurahan Sungai Parit, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (24/5/2026).
Peristiwa itu diketahui setelah warga melaporkan adanya korban tenggelam sekitar pukul 16.35 Wita. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan korban ditemukan di tepian jembatan pintu air Sungai Parit dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban saat ditemukan sudah berada di tepian atas jembatan pintu air di Kelurahan Sungai Parit,” kata Nurlaila.
Berdasarkan keterangan warga, korban berangkat memancing bersama kakak dan pamannya di sekitar perairan Pulau Gusung. Saat berada di tengah laut, perahu yang mereka gunakan diduga tenggelam akibat cuaca buruk disertai angin kencang.
Dua nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi, Sabri Ansar dan Mahyudin, mendengar teriakan minta tolong sekitar pukul 15.00 Wita. Mereka lalu mencari sumber suara dan menemukan para korban yang bertahan menggunakan jerigen kosong di tengah laut.
“Korban bersama kakak dan pamannya berusaha bertahan setelah perahu tenggelam. Saat ditemukan, satu orang sudah meninggal dunia, sedangkan dua lainnya berhasil diselamatkan,” ujarnya.
Dua korban selamat kemudian dievakuasi menggunakan perahu milik nelayan menuju jembatan pintu air Sungai Parit. Sementara jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Nurlaila menyebut para korban diduga tidak menggunakan pelampung saat melaut. Mereka hanya memanfaatkan jerigen kosong untuk mengapung sambil menunggu bantuan datang.
“Minimal pengguna kapal atau nelayan harus memakai life jacket. Cuaca di wilayah kita sangat dinamis dan perubahan ekstrem bisa terjadi tiba-tiba,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG serta melengkapi alat keselamatan sebelum berlayar.
“Kalau menggunakan pelampung, peluang bertahan hidup tentu lebih besar sambil menunggu pertolongan datang,” pungkasnya. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



