IKNNasional

OIKN Bongkar Tantangan Besar Pembangunan IKN

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga (Foto: Humas IKN)

Editorialkaltim.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengungkap sejumlah tantangan besar dalam pembangunan IKN, mulai dari pengendalian proyek, konektivitas kawasan, hingga kebutuhan sumber daya manusia. Pembangunan Nusantara disebut tidak bisa dilakukan secara biasa karena melibatkan ratusan proyek konstruksi yang harus berjalan serentak dan terukur.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, saat menjadi narasumber kuliah tamu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (8/5/2026).

Dalam forum daring yang diikuti lebih dari 200 peserta tersebut, Danis memaparkan pembangunan IKN membutuhkan perencanaan detail dan pengawasan ketat agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target.

Baca  Mobil Dinas Rp8,5 Miliar di Tengah Efisiensi, Wamendagri Minta Jangan Berlebihan

“Pembangunan IKN harus dikendalikan secara konsisten karena proyeknya besar dan melibatkan banyak sektor secara bersamaan,” katanya.

Danis menjelaskan, gagasan pemindahan ibu kota sebenarnya telah muncul sejak era Presiden Soekarno. Menurutnya, pembangunan Nusantara bukan hanya memindahkan pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi strategi mengurangi beban Jakarta sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menyebut perencanaan IKN disusun secara berlapis melalui rencana induk, peraturan presiden, hingga Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Seluruh tahapan itu dirancang untuk mendukung pembangunan kota modern dan berkelanjutan.

Baca  BGN soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik: Untuk Jangkau Daerah Sulit

Selain itu, Otorita IKN juga menerapkan delapan prinsip pembangunan dan 24 indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI). Beberapa di antaranya mencakup konsep bangunan hijau, bangunan cerdas, integrasi infrastruktur, serta pelibatan masyarakat dalam pembangunan.

Pada tahap awal pembangunan, terdapat 115 paket konstruksi di kawasan inti pusat pemerintahan. Di luar kawasan inti, pemerintah juga mengerjakan proyek pendukung seperti jalan tol, bendungan, jaringan air minum, energi, dan telekomunikasi.

Menurut Danis, pembangunan awal dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelum dilanjutkan Otorita IKN bersama berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan sektor swasta.

Baca  Gibran Tanggapi Santai Putusan DKPP: Kami Tindak Lanjuti

Diskusi juga membahas tantangan pembangunan infrastruktur nasional, mulai dari konektivitas antarkawasan, pengelolaan lahan, pembiayaan, hingga kesiapan tenaga kerja.

Menutup pemaparannya, Danis mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teori, tetapi juga membangun pengalaman dan integritas.

“Pintar itu harus, kompetensi juga harus didukung pengalaman, bukan hanya teori. Integritas juga penting, lalu bangun networking seluas mungkin,” ujarnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button