KaltimSamarindaZona Kampus

Tanpa Kehadiran Gubernur, BEM KM Unmul Tetap Gelar Debat

Suasana Gelaran Debat Terbuka BEM KM Unmul di depan Kantor Gubernur Kaltim (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Mulawarman tetap menggelar debat terbuka meski Gubernur Rudy Mas’ud tidak hadir. Kegiatan itu diikuti sejumlah mahasiswa di Teras Samarinda, tepat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (6/5/2026).

Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, mengatakan forum tersebut merupakan tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa yang telah disuarakan sejak aksi pada 23 Februari lalu. Menurutnya, pihaknya juga telah melayangkan surat tantangan debat terbuka kepada gubernur sebelum aksi digelar.

“Acara ini merupakan bentuk dari apa yang sudah kami sampaikan sejak aksi 23 Februari. Bahkan sebelum aksi, kami sudah memberikan surat tantangan debat terbuka,” ujarnya.

Baca  Wagub Seno Aji Sebut TTG XI Kaltim Dorong Inovasi dari Daerah

Ia menjelaskan, tantangan debat kembali disampaikan secara langsung saat aksi berlangsung. Saat itu, kata dia, gubernur menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam debat terbuka dan pernyataan tersebut juga tersebar di berbagai platform media sosial.

“Secara administratif, surat-surat terus kami kirim dan kami tindak lanjuti setiap minggu. Kami juga menindaklanjuti melalui media sosial, termasuk di kolom komentar Instagram Pak Rudy,” katanya.

Hiththan mengaku pihaknya sempat mendapat respons dari Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) yang menawarkan perubahan format kegiatan dari debat menjadi diskusi. Namun, usulan itu ditolak oleh mahasiswa.

Baca  Menuju Musda ke-XI MUI Kaltim

“Kalau konsepnya diubah menjadi diskusi, kami tidak setuju. Sebab, sebelumnya teman-teman FISIP sudah pernah menggelar diskusi dan yang hadir saat itu wakil gubernur,” jelasnya.

Menurut dia, debat terbuka menjadi bentuk pertanggungjawaban paling relevan dari kepala daerah terhadap berbagai kebijakan yang telah diambil. Melalui forum tersebut, gubernur dinilai dapat menyampaikan argumentasi sekaligus mempertahankan kebijakannya secara terbuka.

“Debat ini penting sebagai bentuk tanggung jawab. Apa argumentasinya, apa alasannya, dan itu harus bisa dipertahankan serta diperdebatkan secara terbuka,” tegasnya.

Terkait polemik surat undangan yang disebut belum diterima pihak gubernur, Hiththan menegaskan bahwa surat telah dikirim secara resmi dan rutin ditindaklanjuti. Ia juga membantah tudingan bahwa undangan debat tersebut merupakan informasi bohong.

Baca  PPM hingga CSR, Wagub Kaltim Mau Perusahaan Tambang Transparan ke Pemerintah

“Kalau memang dianggap hoaks atau berita bohong, silakan saja dilaporkan,” ujarnya.

Meski tanpa kehadiran gubernur, BEM KM Unmul tetap melanjutkan forum debat terbuka tersebut. Hiththan mengaku sejak awal pihaknya pesimistis gubernur akan hadir, tetapi forum tetap digelar sebagai bentuk konsistensi perjuangan mahasiswa.

“Perjuangan tidak berhenti di sini. Akan terus ada aksi-aksi berikutnya dan bentuk perjuangan lainnya,” pungkasnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button