Anak di Daerah 3T Dapat MBG 6 Hari, Disalurkan Senin-Sabtu

Editorialkaltim.com – Pemerintah memastikan anak-anak sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) akan mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama enam hari dalam sepekan. Penyaluran dilakukan mulai Senin hingga Sabtu sebagai langkah menjaga kesinambungan asupan gizi di daerah rawan stunting.
Kebijakan ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Atas Virtual Bersama Presiden yang digelar pada Sabtu (28/3/2026). Pemerintah menilai perlakuan khusus diperlukan agar anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses tetap memperoleh gizi yang cukup setiap hari.
Secara umum, program MBG mengikuti hari sekolah, yakni lima hari dalam sepekan. Namun, untuk daerah 3T dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, distribusi tetap dilakukan hingga hari Sabtu.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebut kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting sekaligus menjaga kualitas tumbuh kembang anak.
“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Dadan di Jakarta, Sabtu (28/3).
Ia menjelaskan, penetapan wilayah penerima program enam hari ini berbasis data yang terukur. Pemerintah menggunakan rujukan dari Survei Status Gizi Indonesia 2024 untuk memetakan daerah prioritas, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Selain itu, BGN akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan di daerah untuk memastikan pendataan dilakukan secara akurat. Data yang dihimpun mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta tingkat prevalensi stunting di masing-masing wilayah.
“Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran,” tambahnya.
Sejumlah wilayah di Indonesia Timur, Sumatera, hingga Papua menjadi fokus intervensi karena masih memiliki angka stunting yang relatif tinggi. Pemerintah menegaskan, program ini bukan sekadar distribusi makanan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.
“Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” tegas Dadan.
Melalui skema penyaluran enam hari ini, pemerintah berharap anak-anak di daerah 3T mendapatkan asupan gizi yang lebih konsisten setiap pekan, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.


