KaltimPenajam Paser Utara

92 Karhutla Terjadi di PPU, Penajam dan Babulu Terbanyak

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Fernando Simanjuntak (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sepanjang September 2026, puluhan kejadian tercatat di empat kecamatan, dengan Penajam dan Babulu menjadi wilayah dengan intensitas tertinggi.

Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU hingga 21 September 2026, tercatat 92 kejadian karhutla. Rinciannya, Kecamatan Penajam sebanyak 39 kejadian, Babulu 29 kejadian, Sepaku 18 kejadian, dan Waru enam kejadian. Sejumlah kebakaran bahkan melanda lahan seluas puluhan hektare.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Fernando Simanjuntak, menyebut sepanjang Juli hingga September diperkirakan terdapat sekitar 115 titik api yang tersebar di empat kecamatan.

Baca  Bupati Kutim Sebut Kesejahteraan P3K Setara PNS, TPP Dinaikkan

“Untuk kebakaran lahan yang kita tangani dari bulan Juli sampai September yang terjadi diperkirakan sudah sampai 115 titik api di berbagai tempat yang terjadi di 4 kecamatan yaitu Babulu, Waru, Sepaku, termasuk Penajam,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (21/9/2026).

Dari sejumlah kejadian tersebut, Penajam dan Babulu menjadi wilayah dengan intensitas karhutla tertinggi. DPKP pun memfokuskan penanganan dan kesiapsiagaan di dua kecamatan tersebut.

Baca  Pansus MBLB DPRD Kaltim Soroti Tambang Tak Berizin

“Yang paling besar ya di Kecamatan Penajam dan Babulu, intensitas yang banyak terjadi, titik siaga kita melihat situasi terjadi ini memang kita fokus Penajam dengan Babulu untuk penanganan, banyak kasus di situ,” jelasnya.

Menurut Fernando, kondisi kering masih perlu diwaspadai, terutama di Kecamatan Babulu. Hingga kini, wilayah tersebut disebut belum diguyur hujan.

“Karena sampai saat ini juga diperkirakan kan Babulu itu belum ada hujan,” lanjutnya.

Kondisi tersebut membuat DPKP terus mengantisipasi munculnya titik api baru. Kesiapsiagaan tetap dipertahankan karena kondisi hidrometeorologi diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.

Baca  Sekkab Berau Apresiasi Bakti Sosial PT Berau Coal, Harap Jadi Agenda Rutin

“Makanya kejadian ini mungkin masih tambah berlanjut karena diperkirakan hidrometeorologi berdasarkan BMKG diperkirakan sampai dengan bulan Januari, jadi kita sampai saat ini tetap siaga, mengantisipasi kejadian-kejadian yang diperkirakan akan datang dan terjadi kembali,” jelasnya.

DPKP PPU terus memantau kondisi di lapangan dan meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah dengan intensitas karhutla tinggi, khususnya Penajam dan Babulu. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button