BontangKaltim

Wali Kota Neni Dorong Wirausaha Tekan Pengangguran Bontang

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni tidak ingin upaya menekan angka pengangguran hanya bergantung pada kemampuan perusahaan menyerap tenaga kerja. Pemerintah juga mendorong masyarakat menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

Neni menyebut target tersebut telah masuk dalam visi dan misinya, yakni mencetak 500 wirausaha baru setiap tahun. Pengembangan usaha dinilai menjadi salah satu strategi menekan angka pengangguran di Bontang.

“Tidak selamanya orang yang tidak bekerja di perusahaan itu pengangguran. Orang yang punya usaha juga bukan pengangguran. Ini yang saya kejar,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Baca  Kades Batuah Genjot Persiapan Desa Cantik 2025

Menurutnya, lapangan kerja di perusahaan terbatas. Karena itu, pemerintah perlu membuka peluang lain melalui penguatan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga dukungan permodalan.

Neni menyebut salah satu indikator yang menunjukkan geliat masyarakat memulai usaha ialah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Berdasarkan data yang diterimanya, sejak Januari hingga April 2026 tercatat 657 NIB.

Ia berharap jumlah pelaku usaha terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat memiliki sumber pendapatan secara mandiri.

Baca  Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah RI Sebut Muhammadiyah Mitra Strategis Pemerintah dalam Pendidikan

“Target saya memang per tahun 500 wirausaha baru. Kalau ada wirausaha baru, pengangguran bisa ditekan,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengombinasikan pelatihan dengan bantuan permodalan. Menurut Neni, pelatihan penting karena masyarakat tidak cukup hanya mendapat modal, tetapi juga perlu memiliki keterampilan menjalankan usaha.

Pemerintah juga akan memanfaatkan peluang pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Neni menyebut Bontang mendapat kesempatan sekitar 500 paket pelatihan tahun ini. Program tersebut diharapkan menghasilkan tenaga kerja kompeten dan bersertifikat sesuai kebutuhan pasar kerja.

Baca  DPRD Kaltim Sebut Zakat Profesi ASN Bukan Sekadar Potongan Gaji, tapi Soal Keberkahan

Lebih lanjut, Neni menyebut angka pengangguran Bontang saat ini berada di 6,32 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut terus turun dengan memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong masyarakat menciptakan usaha sendiri.

“Minimal dengan pelatihan dia punya sertifikasi, sehingga bisa mengikuti lowongan pekerjaan yang ada di Kemenaker,” jelasnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button