KaltimPenajam Paser Utara

DPRD Soroti Sumber Air Baku PPU di Tengah Kemarau

Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor saat ditemui diruangannya (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) bahkan menyebut kapasitas air bersih di PPU berkurang hampir 50 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua I DPRD PPU Syahrudin M Noor menyebut PPU memiliki sejumlah sumber air baku yang dapat dimanfaatkan. Menurutnya, Perumda AMDT perlu menentukan sumber air dengan debit yang memadai.

“Sumber air baku itu banyak, cuma tergantung PDAM maunya sumber airnya dari mana. Karena kita banyak sungai, termasuk Sungai Tunan, ada Sungai Longkali. Tinggal dia mau ngambil yang mana,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (2/9/2026).

Baca  Pj Bupati PPU Respon Cepat Tangani Dampak Banjir di Kelurahan Sepaku

Ia mengatakan pemanfaatan sumber air baku membutuhkan anggaran. Namun, pemerintah perlu mempertimbangkan sumber dengan debit lebih besar agar kekurangan air tidak terus terjadi setiap musim kemarau.

“Memang butuh biaya, tetapi kita tahu sumber air bakunya kecil di situ. Kenapa waktu itu tidak disodet Sungai Tunan? Sumber air bakunya besar, kan itu Sungai Tunan. Tapi tidak dilakukan,” lanjutnya.

Menurut Syahrudin, kondisi berbeda terlihat di wilayah Waru yang memiliki sejumlah embung dan danau sebagai cadangan air. Keberadaan sumber tersebut membuat pasokan air di wilayah itu relatif lebih aman ketika debit air menurun.

Baca  DLH Kaltim Susun Peta Mutu Sungai

“Kalau di Waru itu tetap turun, tapi karena banyak model embung-embung, danau-danau itu nggak cuma satu. Sehingga kalau untuk konsumsi masyarakat Waru, saya kira nggak bakalan habis,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan rencana pengambilan sumber air dari Waru harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, sumber air di wilayah tersebut belum tentu mampu memenuhi kebutuhan seluruh wilayah PPU.

“Saya dengar kalau dia mau ngambil dari Waru, saya kira jadi masalah juga. Sementara Waru sendiri kan belum bisa meng-cover semuanya,” ungkapnya.

Baca  PAN Klaim Rebut Satu Kursi DPR RI

Ia menegaskan pemerintah bersama Perumda AMDT perlu fokus mencari sumber air baku dengan debit besar. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bersih saat musim kemarau tanpa hanya bergantung pada satu sumber.

“Jadi sebenarnya kita sumber air nggak kewalahan. Tinggal PDAM-nya lagi mencari sumber air bakunya dari mana. Konsentrasi kita sebenarnya di situ, daripada menghabiskan membesarkan Lawe-Lawe. Dengan kondisi kemarau, itu yang harus kita peduli,” pungkasnya. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button