
Editorialkaltim.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menanggapi pandangan fraksi-fraksi DPRD Kaltim terkait Nota Penjelasan Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Tanggapan tersebut mencakup penyesuaian pendapatan, belanja, hingga pembiayaan daerah.
Seno menjelaskan, target pendapatan daerah dalam Perubahan APBD 2026 mengalami penyesuaian. Pendapatan yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp14,25 triliun turun menjadi Rp13,34 triliun atau berkurang 6,34 persen.
“Penyesuaian tersebut salah satunya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya tiga jenis pajak daerah, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB),” paparnya dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Kaltim di Kantor DPRD Kaltim, Rabu (30/9/2026).
PBBKB menjadi salah satu komponen pendapatan yang mengalami penyesuaian cukup besar. Target penerimaan dari sektor tersebut dipangkas seiring perkembangan kondisi perekonomian daerah.
“Target PBBKB yang sebelumnya mencapai sekitar Rp7 triliun disesuaikan menjadi Rp5,3 triliun. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar Rp1,7 triliun,” ungkapnya.
Seno mengatakan penyusunan Perubahan APBD 2026 mempertimbangkan perkembangan asumsi makroekonomi dan hasil evaluasi pelaksanaan APBD semester I. Pemprov Kaltim juga memperhitungkan proyeksi pendapatan, kebutuhan belanja wajib dan mengikat, program unggulan gubernur, serta perkembangan pembiayaan daerah.
Penyesuaian pendapatan turut dipengaruhi perlambatan aktivitas sektor pertambangan. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas produksi sekaligus konsumsi bahan bakar minyak (BBM) perusahaan.
Perlambatan kegiatan produksi membuat kebutuhan dan konsumsi BBM ikut menurun. Situasi tersebut kemudian berimbas terhadap penjualan bahan bakar kendaraan bermotor yang menjadi salah satu sumber penerimaan pajak daerah.
Pemprov Kaltim akan memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Berbagai faktor yang memengaruhi penerimaan daerah akan kembali diperhitungkan dalam menentukan target pendapatan di Perubahan APBD Kaltim Tahun Anggaran 2026.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



