BontangKaltim

Ubayya Dorong Penguatan Jam Belajar Malam Pelajar

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, meminta orang tua memperkuat pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada malam hari. Menurutnya, peran keluarga menjadi kunci untuk mencegah pelajar terlibat narkoba maupun berbagai bentuk kenakalan remaja.

Ubayya menilai pengawasan tidak akan efektif jika hanya mengandalkan sekolah dan pemerintah. Orang tua perlu mengetahui aktivitas anak setelah jam sekolah serta memastikan waktu malam digunakan untuk kegiatan positif.

Ia mendorong penguatan kembali program jam belajar bagi pelajar pukul 19.00-21.00. Program tersebut dinilai dapat membangun kebiasaan belajar sekaligus mengurangi aktivitas anak di luar rumah tanpa pengawasan.

Baca  Puji Setyowati Ajak Media Sebarluaskan Perda Ketahanan Keluarga

“Dua jam di malam hari itu bisa diarahkan untuk belajar dan berkegiatan bersama keluarga. Ini sederhana, tetapi kalau diterapkan konsisten manfaatnya cukup besar,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Menurut politikus Partai Golkar tersebut, penerapan jam belajar membutuhkan kesepahaman antara pemerintah, sekolah, dan keluarga. Karena itu, sosialisasi tidak cukup dilakukan melalui sekolah, tetapi juga harus menyasar orang tua siswa.

Ubayya juga meminta komite sekolah berperan lebih aktif. Komite dinilai dapat menjadi penghubung antara sekolah dan orang tua untuk menyampaikan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pelajar.

Baca  Bupati Mahulu Kebut Pengadaan Lahan TPU demi Kesejahteraan Masyarakat

“Komite sekolah jangan hanya aktif ketika ada kegiatan sekolah. Mereka juga bisa menjadi penggerak komunikasi dengan orang tua terkait aturan dan pembinaan anak,” katanya.

Selain pengawasan di rumah, ia menilai lingkungan sekitar perlu ikut berperan. Masyarakat dapat melaporkan jika menemukan pelajar beraktivitas pada malam hari di tempat yang berpotensi memicu perilaku negatif.

Ia menegaskan, pencegahan kenakalan remaja membutuhkan pengawasan berlapis. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BNN, kepolisian, sekolah, komite, orang tua, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing.

Baca  Sidang MK Tentukan Nasib Sidrap, Bontang Berdoa Bersama

Ubayya berharap pengawasan tidak hanya diperkuat setelah terjadi kasus. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui kebiasaan positif serta komunikasi yang intens antara anak dan orang tua.

“Kalau semua unsur bergerak bersama, anak-anak akan merasa lebih diperhatikan dan diarahkan. Ini yang harus kita bangun supaya mereka tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif,” pungkasnya. (lia/ndi/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button