PPU Fest Gandeng Komite Ekraf dan Pelaku Lokal

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyiapkan PPU Fest 2026 dengan konsep lebih sederhana. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) serta melibatkan pelaku UMKM dan seniman lokal.
PPU Fest 2026 direncanakan berlangsung 18-19 September 2026. Kegiatan rencananya dipusatkan di kawasan alun-alun dengan menyesuaikan keterbatasan anggaran daerah. Pemerintah daerah memilih tidak menggelar kegiatan berskala besar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU Yunias Yudhistira Arlianta mengatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama Komite Ekraf untuk mematangkan konsep dan rangkaian PPU Fest 2026.
“Kolaborasi dengan Komite Ekraf, kemungkinan minggu ini kami akan ada rapat koordinasi lanjutan untuk tanggal 18 dan 19 September. Rencana awal pertemuan pertama itu kita mau adakan di alun-alun,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan, PPU Fest tahun ini akan diarahkan menjadi pesta rakyat dengan melibatkan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif. Dengan anggaran sekitar Rp200 juta, pihaknya berupaya agar kegiatan tetap berjalan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku lokal untuk tampil dan mempromosikan produknya.
“Mengingat keterbatasan anggaran kita dan melihat kondisi fiskal yang ada, kami tidak berani membuat yang semegah-megahnya. Tapi kami juga mau buat konsep dari Komite Ekraf mewakili masyarakat, jadi dari masyarakat untuk masyarakat. Kami buat konsep seperti pesta rakyat, untuk UMKM dan ekraf sendiri,” lanjutnya.
Komite Ekraf akan menyiapkan sejumlah tenant UMKM yang bergerak di sektor ekonomi kreatif. Sekitar enam tenant utama akan disiapkan, di antaranya dari subsektor kriya dan fesyen. Sementara itu, pelaku UMKM lainnya akan dikoordinasikan melalui Komite Ekraf.
“Dari Komite Ekraf sendiri yang menyiapkan, yang utama nanti sekitar enam tenant UMKM ekraf. Itu terdiri dari kriya, kemudian fashion, dan untuk UMKM yang lainnya nanti Komite Ekraf koordinasi dengan teman-teman,” jelasnya.
Menurut Yudhistira, PPU Fest tahun ini juga akan dirangkai dengan kegiatan yang disiapkan Komite Ekraf, yakni Conflage on Product. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan sebelum puncak PPU Fest pada 18-19 September 2026.
“Jadi untuk tahun ini kita kolaborasi dengan Komite Ekraf karena bagaimanapun teman-teman yang menguasai medan di lapangan. Kebetulan memang anggarannya dititip di kami,” tuturnya.
Untuk hiburan, Disbudpar tidak menghadirkan banyak artis dari luar daerah seperti pelaksanaan sebelumnya. Pemerintah daerah memilih memberikan ruang lebih besar bagi band dan sanggar tari lokal.
“Guest star ada EQ Nusantara feat Kiki Pantura. Tapi kita kuatkan band lokal dan sanggar tari lokal,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, PPU Fest 2026 diharapkan tetap menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sekaligus wadah hiburan masyarakat, meski digelar dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



