KaltimSamarinda

Dishub Samarinda Kaji Skema Pengelolaan Parkir Pasar Segiri, Opsi Pihak Ketiga Menguat

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua (HMT) Manalu (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda terus mengkaji penataan sistem parkir di kawasan Pasar Segiri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketertiban sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

Pembahasan tersebut digelar bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Bapenda, Dinas Perdagangan, bagian hukum, hingga Inspektorat. Kajian difokuskan pada evaluasi sistem parkir yang dinilai belum berjalan maksimal.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua (HMT) Manalu, menyebut kondisi parkir di Pasar Segiri saat ini masih semrawut. Banyak kendaraan parkir di lorong pasar hingga mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas jual beli.

“Kalau kita lihat di lapangan, masih banyak parkir di lorong-lorong yang akhirnya membuat tidak tertib. Ditambah pintu masuk dan keluar terlalu banyak, sehingga potensi retribusi parkir juga tidak maksimal,” ujar Manalu, Jumat (27/3/2026).

Baca  Wali Kota Bontang Hadiri Kegiatan Sosial Menyambut Nyepi, Dorong Akulturasi Budaya

Ia menjelaskan, banyaknya akses keluar-masuk menjadi kendala utama dalam pengawasan. Kondisi ini membuat penerapan sistem portal dan penarikan retribusi belum bisa berjalan optimal seperti di lokasi lain yang lebih tertata.

Sebagai salah satu solusi, Dishub mulai mengarah pada opsi pengelolaan oleh pihak ketiga atau operator profesional. Skema ini dinilai mampu menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih efisien dan modern.

“Kalau diserahkan ke pihak ketiga tentu ada konsekuensinya, termasuk pembagian pendapatan. Tapi ini menjadi salah satu opsi agar pengelolaan parkir bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Baca  Gerindra Resmi Dukung Rudy Mas'ud-Seno Aji di Pilgub Kaltim 2024 Kini Kantongi 39 Kursi

Manalu menegaskan, Dishub sebaiknya berperan sebagai regulator, bukan sekaligus operator. Dengan melibatkan pihak ketiga, pengelolaan diharapkan lebih profesional dan transparan.

“Tidak fair kalau Dishub sebagai regulator juga menjadi operator. Lebih baik operator diserahkan kepada pihak ketiga,” tegasnya.

Selain persoalan teknis, Dishub juga menyoroti perilaku masyarakat dan pedagang yang masih memilih parkir di lokasi terdekat. Padahal, kantong parkir di bagian belakang pasar sebenarnya telah tersedia namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca  Wali Kota Bontang Pastikan Bantuan Rp300.000/Bulan untuk Lansia hingga Disabilitas

Ke depan, operator yang ditunjuk tidak hanya bertugas mengelola parkir, tetapi juga menata kawasan. Termasuk menertibkan parkir liar, menyediakan rambu dan marka, memasang CCTV, hingga mengakomodasi juru parkir lokal.

Dishub menargetkan penataan parkir ini bisa direalisasikan tahun ini. Meski demikian, rencana revitalisasi menyeluruh Pasar Segiri masih menunggu kondisi keuangan daerah.

Dengan pembenahan tersebut, kawasan pasar diharapkan menjadi lebih tertib dan nyaman, sekaligus mampu meningkatkan pendapatan daerah dari sektor parkir.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button