Sidak Toko Modern di PPU, Stok Mulai Pulih tapi Harga Pangan Naik

Editorialkaltim.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah toko modern dan swalayan di wilayah Penajam hingga Waru, Kamis (21/5/2026). Sidak dilakukan untuk memantau ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Adha.
Beberapa lokasi yang disasar antara lain Fina Mart, PJA Penajam, RJS Petung, hingga toko Ujung Pandang Waru. Dari hasil pemantauan, pasokan beras dan minyak goreng mulai kembali masuk setelah sempat langka pada April lalu. Namun, harga sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan.
Kepala Bagian Ekonomi PPU, Krisna Aditama, mengatakan distribusi bahan pokok dari agen penyalur mulai berangsur normal sejak pertengahan Mei. Meski demikian, barang yang masuk ke toko sudah mengalami penyesuaian harga.
“Meski distribusi mulai pulih, barang yang datang dari distributor sudah mengalami kenaikan harga dibanding April lalu,” ujarnya.
Di Fina Mart, harga gula pasir tercatat Rp18.900 per kilogram dengan stok tersisa dua karung. Sementara minyak goreng Bimoli kemasan dua liter dijual Rp43.500 dengan stok 14 pieces.
“Untuk Bimoli kemasan satu liter masih kosong karena belum ada pasokan dari agen,” katanya.
Harga beras kemasan 5 kilogram di toko tersebut juga bervariasi. Beras Jempol OK dijual Rp81 ribu dengan stok 24 sak, Mawar Melati Rp85.600 sebanyak 20 sak, Rojo Lele Rp92 ribu dengan sisa enam sak, dan Bondy Rp90 ribu.
Krisna menyebut hampir seluruh jenis beras dan minyak goreng mengalami kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan dari distributor sejak April.
Sementara itu, kondisi berbeda ditemukan di PJA Penajam. Harga gula pasir di toko tersebut relatif lebih murah, yakni Rp17.500 per kilogram dengan stok yang masih aman. Pasokan minyak goreng juga mulai melimpah setelah sempat kosong selama April.
Menurut Krisna, sebagian besar stok beras di PJA Penajam dipasok dari Balikpapan.
“Stok beras Putri Koki 5 kilogram tinggal 6 sak, Ikan Sembilang tersedia 61 sak, Mawar Melati tersisa 16 sak, Jempol 5 sak, dan Sidat ukuran 25 kilogram tersedia 8 sak,” jelasnya.
Di RJS Petung, stok gula pasir disebut masih aman dengan harga Rp18.600 per kilogram. Namun pemilik toko mengaku kesulitan mendapatkan pasokan beras dan minyak goreng dalam jumlah besar.
Sementara di toko Ujung Pandang Waru, minyak goreng merek Bimoli dilaporkan kosong total. Meski begitu, stok minyak goreng merek lain masih tersedia setelah tambahan distribusi masuk pada pertengahan Mei.
“Untuk beras, stok mulai menipis karena pasokan distributor terbatas dan harga kulakan cukup tinggi,” sebut Krisna.
Ia menjelaskan kenaikan harga dipicu beberapa faktor, mulai dari pembatasan kuota distribusi hingga naiknya biaya operasional pengiriman barang.
“Kenaikan BBM ikut berdampak terhadap ongkos distribusi, ditambah harga bahan kemasan seperti plastik juga meningkat,” tegasnya.
Meski distribusi ke wilayah PPU belum sepenuhnya stabil akibat sistem kuota dari distributor, pemerintah memastikan stok pangan di toko modern masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah penimbunan barang yang bisa memperburuk kondisi pasar,” pungkasnya. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



